Soal Dalang Kerusuhan 1998, Kivlan Zen Tantang Wiranto Debat di TV

"Saya tidak mau sumpah pocong, itu kan sumpah setan. Tidak sesuai koridor hukum. Kalau mau kita berdebat saja di semua media TV di Indonesia,"

Soal Dalang Kerusuhan 1998, Kivlan Zen Tantang Wiranto Debat di TV
(Kolase Serambinews.com/foto Kompas.com/SABRINA ASRIL/CHRISTOFORUS RISTIANTO)
Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. 

Ditantang Sumpah Pocong Soal Dalang Kerusuhan 1998, Kivlan Zen Tantang Balik Wiranto Debat di TV

SERAMBINEWS.COM - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen menantang Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto untuk berdebat di televisi terkait dalang kerusuhan 1998.

"Kalau memang Wiranto berani, kita berdebat saja di Kompas TV. Saya akan bawa data-data dan saksi yang menunjukkan Wiranto sebagai dalang kerusuhan," kata Kivlan kepada Kompas.com, Rabu (27/2/2019).

Hal ini disampaikan Kivlan menjawab tantangan dari Wiranto.

Baca: Prabowo: Sehari Setelah Terpilih Jadi Presiden, Saya Akan Jemput Habib Rizieq Pakai Pesawat Pribadi

Mantan Panglima ABRI itu sebelumnya menantang Kivlan Zen dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sumpah pocong terkait dalang kerusuhan 1998.

Tantangan itu disampaikan karena Kivlan seblumnya menyebut Wiranto sebagai dalang kerusuhan.

Namun, Kivlan menolak tantangan sumpah pocong itu dan lebih memilih untuk berdebat di televisi.

"Saya tidak mau sumpah pocong, itu kan sumpah setan. Tidak sesuai koridor hukum. Kalau mau kita berdebat saja di semua media TV di Indonesia," kata dia.

Baca: VIDEO - Suami Istri Pedagang Nasi Pecal di Ulee Kareng Tewas Dibacok Karyawan Sendiri

Bahkan, Kivlan juga menantang Wiranto untuk menempuh mekanisme peradilan militer atau pengadilan militer untuk benar-benar membuktikan siapa yang bertanggungjawab atas kerusuhan yang terjadi.

Kivlan menyebut saat kerusuhan pecah di Jakarta, Wiranto yang saat itu menjabat Panglima ABRI justru meminta tak ada pasukan dari luar daerah yang dikirim ke Jakarta.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved