Kado Terakhir Rina Muharrani untuk sang Ayah

Rina Muharrami adalah sosok sarjana yang namanya kini hanya tinggal kenangan. Ia telah pergi selamanya meninggalkan

Kado Terakhir Rina Muharrani untuk sang Ayah
FOTO HUMAS UIN AR-RANIRY
BUKHARI (kiri), ayah almarhumah Rina Muharrami saat menerima ijazah anaknya dari Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Warul Walidin, pada wisuda lulusan universitas itu di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (27/2). 

Rina Muharrami adalah sosok sarjana yang namanya kini hanya tinggal kenangan. Ia telah pergi selamanya meninggalkan sahabat-sahabatnya di Kampus UIN Ar Raniry, Banda Aceh.

Namun, kepergian mahasiswi Prodi Pendidikan Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) itu banyak ditangisi orang lantaran kisah dan perjuangannya meraih gelar sarjana harus berakhir dengan duka. Takdir telah berkehendak. Rina mengembuskan napas terakhir 13 hari setelah ia menyelesaikan sidang skripsinya karena sakit.

Semestinya Rina pada Rabu (27/2/2019) lalu hadir di Auditorium Prof Ali Hasjmy, UIN Ar-Raniry untuk menerima ijazah sarjana bersama dengan 2.010 mahasiswa lainnya yang diwisuda.

Tapi semua harapan itu hanya tinggal kenangan. Ijazah Rina justru diterima sang ayah menggantikan putrinya yang telah pergi untuk selamanya. Kisah pilu Rina Muharrami, sang sarjana yang belum sempat wisuda tersebut telah membuka mata banyak orang tentang hakikat sebuah perjuangan mahasiswa sejati.

“Sama seperti anak-anak lainnya, Rina juga berjuang keras menggapai impiannya menjadi seorang sarjana. Gelar sarjana itu bukan saja sebagai suatu gelar akademik bagi dirinya. Tapi lebih dari itu, ijazah sarjana ingin dipersembahkan kepada kedua orang tuanya. Untuk mengeringkan keringat ayah yang lelah bekerja dalam membiayai pendidikannya,” tulis Budi Azhari MPd, Dosen Pendidikan Matematika FTIK UIN Ar-Raniry di akun Instagramnya.

Dalam dua hari ini kisah perjuangan Rina meraih mimpi menjadi sarjana banyak diperbincangkan di Aceh. Bahkan kisahnya menjadi viral dan tersebar di berbagai media sosial. Kisah mengharukan ini berawal dari sebuah video yang diunggah di akun Instagram UIN Ar-Raniry, Rabu (27/2) dalam kegiatan hari kedua wisuda mahasiswa UIN Ar-Raniry di kampus tersebut. Dalam video ini tampak seorang bapak berkemeja ikut dalam antrean barisan mahasiswa yang hendak diwisuda.

Saat nama Rina Muharrami dipanggil MC sang bapak menghampiri podium dan seperti layaknya mahasiswa lain, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Warul Walidin menyerahkan sebuah map tanda kelulusan sebagai sarjana. Saat momen itu berlangsung, seisi ruangan auditorium tempat wisuda berlangsung tiba-tiba hening.

Terdengar suara MC membacakan biodata singkat sang mahasiswi yang telah almarhum itu. “Rina Muharrami, lahir 16 Mei 1996. Rina Muharrami telah meninggal dunia karena sakit pada tanggal 5 Februari 2019. Ijazah diterima oleh ayahandanya...”

Suara MC yang mendoakan almarhumah terdengar agak terbata dan tenggelam dengan suara tepuk tangan para hadirin.

Rektor UIN Ar-Raniry dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Dr Gunawan MA PhD, terlihat tak mampu menahan haru. Rektor tampak memeluk ayah Rina yang menundukkan kepalanya. Tidak sedikit para peserta wisuda, dosen, dan undangan berurai air mata melihat momen langka tersebut. Sosok lelaki tegar itu adalah Bukhari, ayah alm Rina Muharrami. Gadis kelahiran Bayu, 16 Mei 1996 itu, merupakan putri pertama dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan Bukhari dan Nurbayani.

Halaman
1234
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved