Kejahatan Perdagangan Organ, Saat Ribuan Tahanan Diambil Organnya untuk Kepentingan Negara

Para anggota parlemen di Komite Tetap untuk Urusan Luar Negeri dan Pembangunan Internasional mengesahkan RUU S-240

Kejahatan Perdagangan Organ, Saat Ribuan Tahanan Diambil Organnya untuk Kepentingan Negara
vision times
Ilustrasi Kasus perdagangan organ 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah RUU untuk mengekang perdagangan organinternasional telah menerima dukungan dengan suara bulat dari komite parlemen di Kanada.

Para anggota parlemen di Komite Tetap untuk Urusan Luar Negeri dan Pembangunan Internasional mengesahkan RUU S-240 dengan amandemen pada 27 Februari.

Dilansir dari Theepochtimes.com pada Jumat (1/3/2019), putusan itu akan diajukan kepada anggota parlemen untuk pembacaan akhir di House of Commons.

Membicarakan perdagangan organ, mengingatkan ke 13 tahun lalu pada tahun 2006.

Baca: Mulai 1 Maret Kantong Plastik Mulai Berbayar, Ternyata Ini Bahaya Plastik Bagi Kesehatan

Ketika laporan telah ungkap berita tentang pengambilan organ secara sistematis oleh otoritas Tiongkok dari tahanan.

Laporan tersebut didasarkan pada saksi tentang para dokter yang mengambil organ dari korban saat mereka masih bernafas.

“Sangat menyakitkan untuk mengingat masa lalu. Organ-organ yang diambil dari manusia hidup dijual dengan harga sangat tinggi," ungkap saksi Annie (bukan nama sebenarnya).

Mantan suami Annie adalah seorang ahli bedah saraf dan salah satu dokter yang ditugaskan untuk melakukan tindakan keji itu oleh negara terhadap tahanan Falun Gong.

Baca: 10 Hal yang Patut Kamu Ketahui Tentang Film Captain Marvel, Dibintangi Oleh Brie Larson

Falun Gong sendiri adalah kelompok latihan spiritual religius Tiongkok yang menggabungkan meditasi dan latihan qigong dengan filosofi moral yang berpusat pada prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.

“Setelah pengambilan organ hidup, beberapa praktisi Falun Gong masih hidup dan bernafas, tetapi beberapa tubuh mereka langsung dilemparkan ke dalam oven krematorium. Tidak ada jejak tubuh mereka yang tersisa, "kata Annie.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved