KPN Binarata Diminta Reformasi Sistem Pelayanan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Dr Saminan Ismail MPd, meminta pengurus Koperasi

KPN Binarata Diminta Reformasi Sistem Pelayanan
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Anggota Koperasi Pegawai Negeri Kantor Kementrian Agama Pidie ikut Pelatihan Teknik akuntansi syariah, Selasa (4/12). 

BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Dr Saminan Ismail MPd, meminta pengurus Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Binarata untuk segera melakukan reformasi di bidang pelayanan.

Hal itu dikemukakan Saminan, setelah melihat laba bersih koperasi yang beranggota para guru dan pegawai negeri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh yang sangat merosot. “Pada tahun 2017, laba bersih yang dicapai KPN Binarata mencapai Rp 977.768.647. Sedang hasil RAT 2018, laba yang diperoleh hanya Rp 697.718.829 atau turun sekitar Rp 280 juta,” katanya.

Dikatakan, untuk mengatasi persaingan dagang yang semakin meningkat akhir-akhir ini, KPN Binarata harus melakukan peningkatan pelayanan kepada anggotanya. “Sekarang, layanannya meski belum bisa dilakukakan secara online. Tapi sudah saatnya untuk beralih ke layanan digital menggunakan fasilitas WhatsApp atau media sosial lainnya,” tegas Saminan.

Sebab, jika KPN Binarata tak ikut dalam perubahan itu, koperasi akan ditinggalkan. “Saat ini banyak super market yang terpaksa tutup, karena kalah bersaing dengan penjualan dengan layanan online,” katanya.

Menurut Saminan, kalau dulu pengurus koperasi bisa dengan menyediakan seluruh barang kebutuhan anggota di toko, dan calon pembelinya akan datang. “Sekarang tidak lagi. Pengurus koperasi harus siap menjeput bola dan mengantar barang ke rumah pelanggan,” tegasnya.

Ketua Koperasi Pegawai Negeri Bina Rata, Drs Ridwan Adam kepada Serambi mengakui hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang diselenggarakan Kamis (28/2) laba bersih yang dibukukan memang menurun.

Tapi, kalau dilihat dari omset tahun 2018 itu justeru penjualannya meningkat, meski tidak signifikan. Pada RAT Tahun 2017, omsetnya tercatat Rp 4.421.091.215. Sedangkan tahun 2018, omsetnya mencapai 4.559.063.415,” kata Ridwan Adam.

Kecuali laba yang turun, KPN Binarata juga mengalami penurunan jumlah anggota. “Kalau pada tahun 2017, jumlah anggota mencapai 1.031 orang, pada RAT kemarin, jumlah anggota yang tercatat hanya 974 orang atau berkurang 57 orang,” katanya.(sir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved