Zuraida Alwi Akan Mengadu ke PTUN

Anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Zuraida Alwi diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)

Zuraida Alwi Akan  Mengadu ke PTUN
IST
ZURAIDA ALWI, Teradu I

* Terkait Pemberhentian Dirinya dari Panwaslih Aceh
* Said Syahrul: Saya Hormati Putusan DKPP

BANDA ACEH - Anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Zuraida Alwi diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena dinilai melakukan pelanggaran etik. Zuraida berencana akan mengadukan hal itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Zuraida mengatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut ke PTUN, setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari DKPP maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia. “Nanti setelah ada SK-nya,” katanya singkat kepada acehkini sebagaimana dikutip Serambi, Jumat (1/3).

Anggota Panwaslih Aceh tersebut diberhentikan oleh DKPP, berdasarkan putusan sidang dengan Nomor Perkara 249/DKPP-PKE-VII/2018, pada Rabu (27/2). Disebutkan, Zuraida Alwi merupakan penyelenggara Pemilu tingkat provinsi pertama yang mendapat sanksi berupa pemberhentian tetap dari DKPP.

Masih dalam nomor perkara yang sama, DKPP juga memberikan sanksi berupa pemberhentian dari jabatan Ketua kepada Said Syahrul Rahmad (Teradu 2). Sebelumnya, Said menjabat sebagai Ketua Panwaslih Kabupaten Nagan Raya.

Dalam salinan putusan DKPP, Zuraida diadukan oleh Jufrizal (Pengadu 1) terkait permintaan sejumlah uang ketika mengikuti seleksi Bawaslu Kabupaten/Kota. Saat itu, Zuraida juga menjabat sebagai anggota Bawaslu Aceh. Sementara Said terlibat membantu Zuraida, untuk mempengaruhi Pengadu mencabut laporannya.

Sementara itu, Said Syahrul Rahmad mengatakan tidak memperpanjang kasus tersebut. “Saya menghormati keputusan DKPP, selanjutnya saya tetap bertugas sebagai anggota Panwaslih Kabupaten Nagan Raya,” katanya.

Dia mengakui sempat membela diri saat persidangan, tetapi pembelaannya dianggap lemah oleh DKPP. “Ini akan menjadi pelajaran buat saya dalam bertindak ke depan,” katanya.(yos/**)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved