Bidan Betti Tewas Diracun dan Dicekik Keponakannya, Keduanya Sempat Cekcok Masalah Utang 200 Juta

Dijelaskan oleh Kompol Riza, Meldi dan korban sempat terlibat cekcok lantaran masalah utang Rp200 juta.

Bidan Betti Tewas Diracun dan Dicekik Keponakannya, Keduanya Sempat Cekcok Masalah Utang 200 Juta
Tribun Sumsel/Istimewa
Bidan Betti, wanita yang mayatnya ditemukan tewas dengan selimut dan bantal di Oku Selatan. 

SERAMBINEWS.COM - Bidan Betti yang bertugas di Puskesmas Danau Ranau, Kecamatan Ogan Komering Ulu (OKU) Lampung, tewas setelah diracun dan dicekik oleh keponakannya sendiri, Rabu (27/2/2019).

Dikutip dari TribunLampung, otak pembunuhan bidan Betti adalah keponakannya, Gidion Meldina (31) warga Sipatuhu, Kecamatan Banding Agung Kabupaten Oku Selatan.

Menurut penyelidikan polisi, Meldi dengan sengaja merencanakan pembunuhan terhadap bidan Betti lantaran dirinya memiliki utang Rp200 juta, dan tidak suka terus-terusan ditagih oleh korban.

 
Terkait alasan yang diungkapkan oleh Meldi, tetangga korban yang sehari-hari berinteraksi dengan bidan Betti, mengaku tak percaya dengan alasan itu.

Sejumlah keterangan yang diberikan oleh pelaku juga dianggap mustahil dan janggal oleh tetangga korban.

Dikutip dari TribunSumsel.com, Minggu (3/3/2019) tetangga korban yang enggan disebut namanya ini, melihat korban dan pelaku sangat dekat.

Bahkan, bidan Betti sudah menganggap pelaku seperti anak sendiri.

Menurut warga tersebut, bidan Betti sangat menyayangi keponakannya itu.

Bahkan, bidan Betti selalu berusaha mengabulkan semua keinginan dari Meldi, keponakannya itu.

Tetangga korban mengaku, pernah melihat bidan Betti kelabakan lantaran mencarikan pesanan dari keponakannya.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved