Keuchik Minta Tambah Dana Yatim

Keuchik di Kecamatan Kembang Tanjong memminta Pemkab Pidie agar menambah dana bantuan meugang

Keuchik Minta Tambah Dana Yatim
Warga antrean untuk mendapatkan uang meugang.SERAMBI/ABDULLAH GANI 

* Perbun 2007 Tetapkan Rp 100 Ribu Per Tahun

SIGLI- Keuchik di Kecamatan Kembang Tanjong memminta Pemkab Pidie agar menambah dana bantuan meugang bagi anak yatim dan fakir miskin. Selama ini dana yang dianggarkan Rp 100 ribu per anak yatim per tahun berdasarkan Perbup 2007 yang disalurkan tiga tahap yakni meugang bulan puasa, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Keuchik Gampong Teumpen, Kecamatan Kembang Tanjong, Mukhlis, kepada Serambi, Sabtu (2/3) mengatakan dana meugang untuk anak yatim dan fakir miskin telah dituangkan dalam Perbup sejak 2007. Di mana untuk anak yatim dianggarkan dalam APBK Rp 100 ribu per tahun dan fakir miskin Rp 1 juta per tahun.

“Kalau sebelumnya dana meugang untuk anak yatim dan fakir miskin diplotkan dalam APBK, tapi, sekarang dana tersebut dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) dengan jumlah dana yang sama,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dana anak yatim maupun fakir miskin dengan kondisi sekarang sangat kecil, jadi pemkab perlu menambahkan dana yatim menjadi Rp 300 ribu per tahun. Begitu juga, dana fakir miskin dari Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta hingga 3 juta per tahun.

Penambahan dana anak yatim dan fakir miskin harus diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup), sehingga ada payung hukum bagi aparatur gampong saat menyalurkan dana tersebut.

“Kalau berpedoman dengan dana meugang yang telah diplotkan awal sangat sedikit, sehingga saat meugang anak yatim maupun fakir miskin datang lagi sama keuchik minta tambahan uang. Kita bingung karena tidak ada sumber dana yang harus kita berikan, makanya harus ditambah yang nantinya diatur dalam Perbup,” jelasnya.

Pendamping Lokal Desa Kecamatan Kembang Tanjong, Zulkifli menjelaskan, dana bantuan meugang untuk anak yatim dan fakir miskin yang pernah diplotkan dalam ABPK, masih sama. Dikatakan, dana meugang kemungkinan ditambah dalam APBG Rp 200 ribu per tahun. “ Saat ini, tinggal Peraturan Bupati untuk mengatur besaran dana tersebut yang nantinya diambil dari APBG,” sebutnya.

Koordinator PB-HAM Pidie, Said Safwatullah SH menjelaskan, keuchik wajar mempertanyakan bantuan kepada anak yatim dan fakir miskin yang tidak pernah ditambah. Dana bantuan meugang untuk anak yatim dan fakir miskin, awalnya dialokasikan pada Bupati Pidie, Mirza Ismail pada tahun 2007. Namun, pada tahun 2015 dana meugang untuk anak yatim dan fakir miskin dialihkan dalam APBG.

“Anggaran gampong telah berjalan selama lima tahun, dan setiap gampong menerima dana sekitar Rp 800 juta. Anak yatim maupun fakir miskin layak mendapatkan perhatian dari pemerintah sesuai dengan amanah undang-undang,” pungkasnya.

Sekda Pidie, Muliyadi SPd MM, yang dihubungi Serambi, kemarin, menyatakan sangat mendukung penambahan dana untuk anak yatim dan fakir miskin, karena telah diplotkan dalam APBG. Namun, untuk tahun ini tidak mungkin lagi karena APBK dan APBG telah dibahas.

“Jadi untuk tahun 2020, kita usulkan dana penambahan untuk anak yatim dan fakir miskin,” sebutnya. Dia mengatakan, untuk Perbup yang mengatur masalah dana bantuan meugang, ia membicarakan kembali dengan bupati.

“Kita akan sampaikan kepada bupati menyangkut Perbup, nanti beliau yang menentukannya,” demikian Sekda Pidie.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved