Breaking News:

Lahan Gambut Masih Terbakar

Kebakaran lahan gambut di kawasan Desa Kuala Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya belum mereda dengan areal

SERAMBI/SA'DUL BAHRI
PERSONEL gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan warga berjibaku memadamkan api yang membakar lahan gambut di kawasan Desa Kuala Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya. SERAMBI/SA'DUL BAHRI 

* Tim Pemadam Terkendala Air

SUKA MAKMUE - Kebakaran lahan gambut di kawasan Desa Kuala Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya belum mereda dengan areal yang terbakar sudah mencapai 5 hektare lebih. Sedangkan, ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, FPI, dan warga, hingga Sabtu (2/3) sore, terus berjibaku memadamkan api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Nagan Raya, Hamidi kepada Serambi, Sabtu (2/3), mengatakan, hingga saat ini tim gabungan terus berupaya maksimal untuk memadamkan api hingga tuntas. Namun, bebernya, kerja tim di lapangan terkendala dengan minimnya sumber air di lokasi kebakaran tersebut. “Ekses minimnya sumber air membuat pemadaman dengan menggunakan pompa air kurang maksimal untuk dilakukan,” ulasnya.

Menurut Hamidi, kondisi tersebut terjadi lantaran kemarau panjang sedang terjadi di wilayah itu, sehingga menyebabkan rawa-rawa kecil yang biasanya dipenuhi air, kini mengering. Sedangkan upaya lain yang dilakukan, papar dia, yaitu dengan melakukan penggalian parit di sekeliling areal lahan yang terbakar. Tujuannya agar titik api terkurung di tengah parit sehingga tidak menjalar luas.

“Upaya pencegahan meluasnya amukan api dikomandoi langsung Dandim Nagan Raya, Letkol Nanak Yuliana. Kita sudah menggali parit keliling dengan alat berat sekitar 5 hektare di lokasi lahan gambut. Dengan adanya parit, kita yakin api tidak akan meluas lagi nantinya,” tukas Hamidi.

Disebutkannnya, cuaca di kawasan kebakaran itu pada Sabtu kemarin, cukup menyengat. Hawa panas makin terasa karena ditambah ekses kebakaran lahan gambut yang belum mereda. “Tapi, yang terlihat di permukaan hanya asapnya saja, sedangkan api berada di dalam gambut tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Keuchik Kuala Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, T Amaruddin mengatakan, pada Sabtu sore kemarin, kepulan asap di lokasi gambut yang terbakar itu sudah tidak terlalu besar lagi. Pasalnya, tim gabungan sudah melakukan pemadaman pada sebagian titik api. Kecuali itu, juga dilakukan penggalian parit dengan alat berat untuk melokalisir api. “Semua peralatan dan personel TNI juga masih siaga di sekitar lokasi, sebab api belum padam total,” ungkapnya.

Dibeberkannya, lahan gambut yang terbakar itu merupakan kebun milik warga setempat yang selama ini digunakan sebagai salah satu tempat pendapatan ekonomi. Tapi, Amaruddin mengakui, lahan gambut tersebut memang rawan terbakar, terutama pada saat musim kemarau karena mengering. “Kita berharap, kebakaran lahan ini bisa segera padam dan tidak meluas lagi nantinya,” harapnya.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved