Oknum Polisi yang Menculik Seorang Pemuda dan Paksa Mengaku Perkosa Bidan Terancam Pidana

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnian Adinegara mengatakan, oknum polisi yang diduga terlibat kasus penculikan itu bakal dikenakan pidana.

Oknum Polisi yang Menculik Seorang Pemuda dan Paksa Mengaku Perkosa Bidan Terancam Pidana
ISTIMEWA VIA KOMPAS.COM
Harismail alias Ujang (25) korban aksi salah tangkap yang diduga dilakukan oleh oknum polisi kondisinya kini mulai membaik setelah empat hari menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Selasa (26/2/2019). 

SERAMBINEWS.COM, PALEMBANG - Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumatera Selatan masih menyelidiki kasus oknum polisi terlibat penculikan dan penganiayaan terhadap warga.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnian Adinegara mengatakan, oknum polisi yang diduga terlibat dalam kasus penculikan itu bakal dikenakan pidana atas tindakan mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Harismail alias Ujang (25), buruh batu bata diculik dan dianiaya oknum polisi. Selain diculik, Haris juga dipaksa telah memperkosa seorang bidan.

"Keterlibatan oknum yang menculik, saya tindak pidana umum. Namanya menculik, itu mengambil seseorang, mengambil kemerdekaan. Dia di bawah kekuasaan seseorang, bisa kenakan pasal penculikan," kata Zulkarnian, saat berada di Polresta Palembang, Sabtu (2/3/2019).

Zulkarnain menyebut, keterlibatan anggota dalam aksi penculikan terhadap Haris sangat kuat.

Di mana korban dipaksa untuk mengaku telah memperkosa seorang bidan berinisial Y.

Kapolda Sumsel menyayangkan tindakan gegabah yang dilakukan oleh anak buahnya tersebut.

"Propam sudah diturunkan. Ya mungkin saja walaupun dia tidak bisa menjelaskan, siapa yang menculik itu, tapi ini kan ada korelasi (kaitan dengan polisi), mungkin ada semangatnya pak polisi yang mau mengungkap, tapi ini dia tangkap dasarnya enggak jelas," ujar dia.

Baca: Babak Belur Dipukuli, Harismail Dipaksa Ngaku Perkosa Bidan Desa, Labfor: Tak Ada Bukti Diperkosa

Baca: 5 Fakta Baru Kasus Pemerkosaan Bidan Desa, Pria yang Dituduh Pelaku Ternyata Dianiaya Oknum Polisi

Baca: Bidan Desa Dirampok & Diperkosa, Pelaku Masuk Lewat Jendela saat Korban Tidur, Kapolda Turun Tangan

Kasus bidan Y sendiri menurut Zulkarnain sulit diungkap karena minimnya alat bukti oleh penyidik.

Sebab, barang bukti berupa sperma tak ditemukan petugas baik dari tubuh korban maupun di lokasi rumah.

Halaman
12
Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved