Breaking News:

Pelabuhan Perikanan di Lapang Telantar

Proyek Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara

Editor: bakri
Pelabuhan Perikanan di Lapang Telantar
IST
HASAN TIM, Panglima Laot Lapang

LHOKSUKON – Proyek Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara yang dibangun pada 2009 sampai sekarang belum tuntas.

Bangunan seluas 23 hektare lebih tersebut mulai telantar tahap pertama selama empat tahun dari 2011 sampai 2014. Lalu, tahap kedua selama dua tahun 2016-2017. Artinya, selama 10 tahun sudah dibangun, pelabuhan perikanan tersebut belum tuntas.

Informasi yang diperoleh Serambi, pada 2018 dilakukan pengkajian terhadap bangunan itu. Sehingga turun kelas dari sebelumnya PPN menjadi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) karena pembangunannya telantar. Kini, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara sudah mendesain kembali rencana pembangunan PPI tersebut.

“Padahal, masyarakat bersedia tanahnya diganti rugi dengan harga murah, karena berharap adanya pelabuhan perikanan di kawasannya. Keberadaan PPN tentu akan banyak menampung tenaga kerja lokal,” ungkap Panglima Laot Lapang, Hasan Tim kepada Serambi, petang kemarin.

Namun, hingga saat ini pelabuhan tersebut belum selesai dibangun, sehingga sampai sekarang belum bisa dimanfaatkan. Di sisi lain, bangunan yang ada karena tak bisa difungsikan rawan rusak kembali. Dampaknya, dana yang dibutuhkan untuk menuntaskan pembangunan tersebut lebih besar lagi nantinya. “Karena itu, diharapkan supaya PPN atau PPI itu segera dituntaskan,” tegas Panglima Laot Lapang.

Menurut Panglima, saat ini banyak boat dari nelayan di kawasan Lapang tidak bisa masuk ke kuala karena masih dangkal. Selain itu pembangunan jetti juga belum tuntas. “Seingat saya, pada 2015 panjang jetti yang dibangun mencapai 300 meter lebih. Lalu dilanjutkan pada 2018 sepanjang 362 meter lagi, tapi belum bisa digunakan,” katanya sembari menyebutkan panjang jetti dibutuhkan sekitar 300 meter lagi.

Sementara warga Aceh Utara, Khaidir kepada Serambi juga berharap agar pembangunan PPN tersebut dapat dilanjutkan kembali dalam tahun ini, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan warga. “Nelayan sangat mendukung dan berharap pemerintah segera melanjutkan tahun ini pembangunannya,” harapnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Utara, Ir Jafar Ibrahim kepada Serambi kemarin menyebutkan, pihaknya sudah mereview design PPI tersebut pada 2018. Namun, pelabuhan itu berdasarkan aturan sudah wewenang dari Pemerintah Aceh. Karenanya, pihaknya sudah mempersiapkan agar PPI dapat dilimpahkan.

Dulunya memang tempat tersebut dirancang menjadi PPN, tapi kemudian berubah setelah dilakukan kajian pada 2018. “Untuk menuntaskan pembangunan PPI tersebut sampai bisa digunakan mencapai Rp 50 miliar. Sedangkan untuk sampai representative membutuhkan dana hampir seratusan miliar,” katanya.(jaf)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved