Detik-detik Hakim Ketua Marah di Persidangan Habib Bahar bin Smith, Ini Videonya

Kemarahan Hakim Ketua Edison itu bermula saat dirinya yang memimpin sidang bertanya soal pengajuan eksepsi untuk Habib Bahar.

Detik-detik Hakim Ketua Marah di Persidangan Habib Bahar bin Smith, Ini Videonya
YouTube PERISAI TV
Hakim Ketua Edison marah di sidang kasus Habib Bahar, Sabtu (1/3/2019). 

SERAMBINEWS.COM - Hakim Ketua Edison Muhamad terlihat marah di persidangan kasus Habib Bahar bin Smith.

Video dalam ruang sidang pun tersebar dan turut diunggah oleh channel YouTube PERISAI TV, Sabtu (2/3/2019).

Kemarahan Hakim Ketua Edison itu bermula saat dirinya yang memimpin sidang bertanya soal pengajuan eksepsi untuk Habib Bahar.

Habib Bahar lalu diberi tawaran tersebut.

"Baik saudara terdakwa (Habib Bahar) tadi sudah dengar semua apa yang dibacakan oleh saudara penuntut umum, apakah saudara mengerti?," tanya Edison pada Habib Bahar.

"Terhadap dakwaan tersebut apakah saudara mengajukan keberatan ataukah eksepsi atau akan konsul dengan tim penasehat hukumnya? Boleh saudara berdiri ke sana?," kata Edison lagi.

Habib Bahar yang berada di depan kursi hakim lalu beranjak menuju ke arah penasehat hukumnya yang terdiri dari beberapa orang.

Baca: AHY Tanggapi Kasus Tertangkapnya Andi Arief yang Diduga Memakai Narkoba, Begini Penjelasannya

Baca: Polisi di Batam Tewas Diduga Bunuh Diri, Curhat Pilu Istri Viral: Jenazahmu Jadi Kado Ultahku

Habib Bahar terlihat berdiskusi dengan para penasehat hukum lalu kembali ke tempat duduknya.

"Baik bagaimana saudara yang menjawab atau timnya?," tanya Edison.

"Silahkan koordinatornya?," tambahnya mempersilahkan koordinator penasehat hukum Habib Bahar.

"Kami akan mengajukan eksepsi perkara ini, yang kedua kami mengajukan permohonan ke majelis Yang Mulia," ujar seorang penasehat hukum yang tak usai.

Edison lalu memotongnya dengan cepat.

"Nanti-nanti nanti eksepsi dulu, nanti kita kasih kesempatan saudara ngomong, sekarang eksepsi atau tidak?," tanya hakim kembali.

"Eksepsi," jawab penasehat hukum singkat.

"Baik, berapa lama yang saudara butuhkan? Satu Minggu cukup? Satu Minggu itu tanggal 7, tentunya hari libur, min satu tanggal 6 hari Rabu siap?," tawaran Edison.

Baca: Sandiaga Uno Beri Tanggapan soal Andi Arief Ditangkap Pakai Narkoba

Baca: Pengungsi Rohingya di Kompleks SKB Bireuen Tersisa Tujuh Orang Lagi, Awalnya Berjumlah 79 Orang

"InsyaAllah siap," jawab penasehat hukum.

"Selanjutnya apalagi yang mau disampaikan?," tanya Edison lagi.

Menanggapi hal itu, beberapa orang tampak ingin berbicara.

Namun, Edison memotongnya dengan nada tinggi.

"Nanti-nanti koordinatornya dulu, repot kalau semua ngomong repot," kata Edison.

Seorang penasehat hukum Habib Bahar yang lain lalu memberikan argumen lagi.

"Kami mengajukan permohonan pada majelis hakim terdakwa di Lapas," katanya samar.

"Ya kita pertimbangkan, lalu ada lagi? Bapak ngomong apa silahkan?," tanya Edison.

"Saya ingin menyampaikan bahwa KUHP itu, mohon dikasih kesempatan tiga menit, ada hukum positif yang harus dilakukan untuk mencapai keadilan, yaitu hukum acara KUHP, di sini dihubungkan dengan klien kami," kata seorang pengacara tak usai.

Hakim Edison kembali memotong dengan nada tinggi dan tampak marah untuk menyela pembicaraan.

"Cukup-cukup-cukup, duduk," kata Edison.

"Sebentar bang," tawar penasehat hukum Habib Bahar.

Edison lalu mengatakan bahwa dirinya harus bertindak tegas dalam persidangan tersebut.

"Tadi sudah eksepsi, cukup, masukkan semuanya ke dalam eksepsi, saya harus tegas, karena saya yang memimpin sidang ini harus berjalan lancar dan baik, yang bertele-tele enggak perlu," kata Edison.

"Masukkan semuanya ke dalam eksepsi saudara keberatannya, nanti akan kita pertimbangkan, kami tidak ada debat kusir."

Baca: Anang Hermansyah Hendak Komentari Pernikahan Syahrini & Reino Barack, Ini Respon Tak Terduga Ashanty

"Mau KUHP dan sebagainya masukkan, saudara kupas dengan luas di sana, setuju saudara?."

"Sudah, saya minta nanti ada tim koordinator, jadi kami, demikian juga saudara jaksa, enggak semuanya ngomong nanti, enggak selesai-selesai sidangnya," tuturnya.

Edison menegaskan sidang tersebut akan ditunda hingga tanggal (6/3/2019).

"Demikian juga tim penasehat hukum, bolehlah dua atau tiga mewakili, jadi kalau semua jalurnya debat kusir nantinya, bukan di sini tempatnya, ada tempat-tempatnya."

"Jika demikian sidang ini kita tunda, persisnya tanggal 6. Untuk persidangan yang akan datang tempat ini akan kita pindah ke perpustakaan kearsipan," ujar Edison.

Lihat videonya:

Baca: Bukan Hanya Ustadz Abdul Somad, Begini Reaksi Ustaz Adi Hidayat Saat Jamaah Salam 2 Jari

Baca: Paris Hilton dan Desainer Dunia Ini Ikut Komentar, Ini Video Lengkap Lamaran Syahrini-Reino Barack

Kasus Habib Bahar bin Smith

Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar, Habib Bahar bin Smith menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung terkait kasus penganiayaan pada Cahya Abdul Jabar (18) dan anak di bawah umu MHU (17), Kamis (28/2/2019).

Agenda sidang perdana Bahar bin Smith ini adalah pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum.

Dalam dakwaannya itu, jaksa menjerat Habib Bahar bin Smith dengan tiga dakwaan.

Dakwaan pertama primer, mendakwa Bahar dan Agil Yahya serta M Abdul Bahar melakukan tindak pidana secara bersama-sama, yaitu menyuruh melakukan perbuatan dengan sengaja dan melawan hukum, merampas kemerdekaan seseorang yang mengakibatkan luka-luka.

"Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam dalam ‎Pasal 333 ayat 2 KUH Pidana, subsidair Pasal 333 ayat 1 KUH Pidana junto Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana tentang tindak pidana secara bersama-sama merampas kemerdekaan orang atau penyekapan," ujar jaksa Bambang Hartoto.

Disebutkan bahwa ancaman pidana pasal tersebut adalah 8 dan 9 tahun penjara.

Dakwaan kedua primer, Habib Bahar didakwa melakukan tindak pidana penganiayaan bersama-sama dengan Agil Yahya dan M Abdul Basid terhadap Cahya dan MHU.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana di Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUH Pidana, subsidair Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUH Pidana.

Lebih subsidair lagi Pasal 351 ayat 1 KUH Pidana Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Ancaman pidana untuk pasal-pasal itu yakni 7 tahun dan lima tahun.

Sementara terkait MHU yang masih di bawah umur, jaksa mendakwa Bahar bin Smith dengan tindak pidana penganiayaan terhadap anak hingga mengakibatkan luka besar dalam dakwaan ketiga primer.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pasal 80 ayat 2 juncto Pasal 76 C Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Ancaman pidana dalam pasal ini adalah paling lama 3 tahun 6 bulan.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika/Ananda)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Video Detik-detik Hakim Ketua Marah di Persidangan Habib Bahar bin Smith: Bukan di Sini Tempatnya

Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved