Kunjungan Wisman ke Aceh Turun 53,11 Persen

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh pada Januari 2019 sebanyak 1.902 orang

Kunjungan Wisman ke Aceh Turun 53,11 Persen
WAHYUDIN, Kepala BPS Aceh

BANDA ACEH - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh pada Januari 2019 sebanyak 1.902 orang atau turun 53,11 persen dibanding Desember 2018. Juga mengalami penurunan 32,12 persen dibanding Januari 2018 yang tercatat sebanyak 2.802 orang.

“Jumlah wisman pada Januari 2019 ini turun dibandingkan Desember 2018 dan juga turun dibandingkan dengan Januari 2018,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin MM menjawab Serambi terkait Berita Resmi Statistik tentang perkembangan pariwisata di Aceh, Senin (4/3).

Ia menjelaskan, penurunan jumlah wisman tersebut karena pada Desember 2018 wisman yang berkunjung ke Aceh meningkat hingga 4.056 orang. Hal itu dipengaruhi adanya kapal pesiar dari Inggris yang membawa turis sebanyak 1.811 orang yang singgah di Sabang.

“Jumlah wisman pada Desember 2018 sebanyak 4.056 orang itu yang menyebabkan seolah-olah turunnya jauh, karena pada Januari 2019 jumlah wisman yang berkunjung ke Aceh 1.902 orang,” sebutnya.

Dikatakan, setiap wisman yang masuk ke Aceh baik melalui jalur laut, udara, dan darat selalu dihitung dengan sumber laporan dari Kantor Imigrasi.

Menurut Wahyudin, agar jumlah wisman ke Aceh meningkat tiap bulan, serta menjadi tujuan liburan oleh para turis maka pemerintah setempat harus melakukan pembenahan dan perbaikan destinasi wisata. “Kemudian even-even budaya terus ditingkatkan dan tentunya promosi harus terus digencarkan. Ada yang lebih penting lagi yaitu keramahtamahan dan keamanan,” katanya.

Ia menyebutkan pada Januari 2019 wisman terbanyak berasal dari Malaysia mencapai 968 orang. Namun angka ini mengalami penurunan dari Desember 2018 sebesar 2,42 persen atau 992 orang. Secara year on year juga turun, karena pada Januari 2018 jumlah wisman Malaysia tercatat 2.316 orang.

Empat besar wisman lainnya pada Januari 2019 yaitu dari Amerika Serikat (202 orang), Inggris (161 orang), Tiongkok (73 orang), dan Australia (68 orang).

Selain jumlah wisman yang turun, wisatawan domestik juga turun karena pengaruh harga tiket pesawat dan bagasi berbayar. Akibatnya berpengaruh pada pelaku UMKM yang menyediakan souvenir-souvenir untuk para wisatawan.

“Karena kalau bawa banyak oleh-oleh dikenakan biaya bagasi yang harganya lumanyan juga. Maka itu kita harapkan harga tiket domestik dapat turun dan biaya bagasi yang dulunya gratis 20 kilogram, setidaknya bisa digratiskan 10 kilogram jangan langsung ditiadakan. Dari Aceh ke Jakarta kalau tidak salah dikenakan biaya bagasi Rp 40-an ribu per kilogram,” demikian Wahyudin.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved