Warga Pertanyakan Realisasi Rumah Dhuafa Baitul Mal

Sejumlah warga Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan pembangunan rumah sehat sederhana

Warga Pertanyakan Realisasi Rumah Dhuafa Baitul Mal
Dok. SADar Pidie
Sebagai bentuk kepedulian kepada duafa, fakir miskin dan anak yatim piatu, Komunitas Sahabat Dhuafa Pidie melaksanakan Sedekah Nasi Bungkus (NaBung) setiap hari Jumat ke rumah dhuafa, anak yatim dan kepada orang-orang yang membutuhkan. 

BLANGPIDIE - Sejumlah warga Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan pembangunan rumah sehat sederhana untuk kaum duafa dari Baitul Mal Aceh. Pasalnya, hingga memasuki Maret 2019, pembangunan rumah duafa yang direncanakan pada pertengahan 2018 lalu itu, tak kunjung dibangun. Kabarnya, ada puluhan warga Abdya yang tersebar di beberapa kecamatan masuk dalam daftar penerima rumah bantuan tersebut.

Salah seorang warga Susoh, Faisal mengatakan, sudah semestinya calon penerima mempertanyakan kepastian pembangunan rumah bantuan untuk kaum duafa tersebut. Karena, pasca turunnya tim dan kepala Baitul Mal Abdya beberapa waktu lalu, hingga saat ini rumat tersebut belum juga dibangun. “Kasihan warga, mereka sangat berharap segera menempati rumah bantuan tersebut,” ujar Faisal kepada Serambi, Senin (4/3).

Padahal, beber Faisal, di hadapan calon penerima, tim survei dan kepala Baitul Mal berjanji rumah itu paling lambat dibangun pada Oktober 2018. Namun, hingga awal Maret, belum ada tanda-tanda kegiatan pembangunan rumah duafa tersebut dimulai.

Hal senada disampaikan oleh Indra. Ia meminta Baitul Mal untuk mempercepat pembangunan rumah itu, apalagi calon penerima dan anggarannya sudah tersedia. “Ini penting, apalagi itu hak masyarakat. Kami berharap jangan ditunda-tunda lagi,” ucap Indra.

Sementara itu, Kepala Baitul Mal Abdya, Wahyudi Satria SPi saat dikonfirmasi Serambi, kemarin, membenarkan bahwa Abdya mendapat kuota pembangunan rumah duafa dari Baitul Mal Aceh. Ia menyebutkan, kuota rumah duafa untuk Abdya sebanyak 37 unit.

Namun, Wahyudi mengaku, dia tidak mengetahui pasti apa penyebab rumah untuk masyarakat miskin itu tak kunjung dibangun hingga akhir 2018. “Iya benar. Seharusnya memang rumah itu dibangun pada 2018. Akan tetapi, kita belum tahu persis apa penyebab tertundanya pembangunan rumah tersebut,” ungkap Wahyudi.

Menurut informasi yang didapatkannya, ucap Wahyudi, Baitul Mal Aceh akan berupaya merealisasikan pembangunan rumah tersebut pada 2019. “Untuk kejelasan masalah ini, insya Allah kami akan segera koordinasi dengan pihak Baitul Mal Aceh dalam waktu dekat ini,” tandasnya.

Ia menyebutkan, persoalan pembangunan rumah dhuafa itu bukan saja terjadi di Abdya, tapi juga terjadi di daerah lain. “Kabupaten lain juga sama. Kita berharap rumah duafa ini segera dibangun dalam waktu dekat,” pungkasnya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved