Belum Merdeka Sepenuhnya, Malaysia Harus Rela Tanah Negaranya Disewa Inggris Selama 999 Tahun

Pembentukan Federasi Malaya oleh Inggris pada 31 Januari 1948 merupakan cikal bakal berdirinya negara Malaysia.

Belum Merdeka Sepenuhnya, Malaysia Harus Rela Tanah Negaranya Disewa Inggris Selama 999 Tahun
Adli Ghazali-Anadolu Agency
Warga Malaysia saat merayakan Hari Nasional di Putrajaya, Kuala Lumpur, pada 31 Agustus 2018. 

SERAMBINEWS.COM - Nampaknya menjadi negara merdeka sepenuhnya merupakan harta paling berharga sebuah bangsa.

Banyak negara-negara di dunia merdeka dari penjajahan kolonialis dengan pengorbanan berdarah-darah demi dapatkan kemerdekaan hakiki.

Namun tampaknya tak semua negara setuju akan makna perjuangan mendapatkan kemerdekaan.

Pembentukan Federasi Malaya oleh Inggris pada 31 Januari 1948 merupakan cikal bakal berdirinya negara Malaysia.

Federasi Malaya atau lebih dikenali sebagai Persekutuan Tanah Melayu menggabungkan dua daerah kolonial Inggris yakni Penang dan Melaka ditambah dengan sembilan negeri Melayu yang diperintah oleh para Sultan.

Namun pembentukan Federasi Malaya ini mendapat tentangan dari Filipina dan Indonesia karena Inggris mengklaim sepihak Sabah dan Sarawak sebagai daerah jajahan mereka.

Tapi kenyataan berbicara lain, Tunku Abdul Rahman terbang ke London tahun 1957 untuk menerima penyerahan kemerdekaan dari Inggris dan pulang-pulang ke tanah air langsung menyatakan kemerdekaan Malaysia.

Baca: Lima Fakta Polemik WNA Masuk DPT Pilpres 2019, Tersebar di 17 Provinsi hingga KPU Menyelidiki

Baca: Viral, Kakek Nenek Menikah Dalam Usia 63 Tahun, Sama-sama Masih Perjaka dan Perawan

Baca: Dibantu H Uma, Mahasiswi Penghafal 20 Juz Alquran Ini Pun Bisa Kuliah Lagi

Ya, tak ada perjuangan berdarah-darah merebut kemerdekaan seperti bangsa-bangsa lainnya.

Namun seperti istilah 'Tidak ada makan siang gratis' Inggris memberi kemerdekaan kepada Malaysia tidaklah gratis.

Nyatanya terdapat perjanjian amat kompleks antara Inggris, Irlandia Utara, Federasi Malaya, Borneo Utara, Sarawak dan Singapura.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved