Dishub Aceh Beli 3 Unit Kapal Roro

Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh memprogramkan pembelian tiga unit kapal roro dengan anggaran total Rp 170 miliar

Dishub Aceh Beli 3 Unit Kapal Roro
JUNAIDI, Kadis Perhubungan Aceh

* Harga Total Rp 170 Miliar

BANDA ACEH - Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh memprogramkan pembelian tiga unit kapal roro dengan anggaran total Rp 170 miliar. Anggarannya diplot secara bertahap yang dimulai tahun ini hingga tuntas dalam dua tahun mendatang.

“Dua dari tiga paket proyek pengadaan kapal itu sudah ditayangkan pelelangannya di website Pemerintah Aceh, satu lagi sedang dalam persiapan dokumen,” kata Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Ir Junaidi melalui Kabid Pelayaran, Mahyus Safril, kepada Serambi, Selasa (5/3).

Pembangunan ketiga kapal roro itu, kata Mahyus, menggunakan sistem kontrak multiyears atau tahun jamak. Maksudnya, masa pembangunannya lebih dari satu tahun, bisa dua sampai tiga tahun. Tapi, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menginginkan cukup dua tahun saja. Pada tahun ketiga sudah bisa dioperasikan.

Kapal ro-ro adalah kapal yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk ke dalam kapal dengan penggeraknya sendiri dan bisa keluar dengan sendiri juga, sehingga disebut sebagai kapal roll on - roll off atau disingkat roro.

Ketiga kapal roro yang akan dibangun itu setelah selesai nanti akan ditempat di tiga lokasi. Pertama, untuk rute pelayaran Ulee Lheue-Balohan Sabang. Untuk rute ini, kapasitas kapal roro yang dibangun mencapai 1.150 GT dengan jumlah penumpang di atas 400 orang. Kapalnya lebih besar dari KMP BRR. KMP BRR kapasitasnya sekitar 900 GT, dengan jumlah penumpang berkisar 350-400 orang. Untuk membangun kapal roro tersebut, dibutuhkan dana sekitar Rp 60 miliar, tapi untuk tahun ini dialokasikan dulu senilai Rp 27 miliar.

Lokasi kedua, untuk rute pelayaran pantai Barat-Simeulue. Tipe kapal roro yang akan dibuat kapasitasnya lebih besar lagi, mencapai 1.300 GT dengan jumlah penumpang di atas 400 orang. Untuk membuat kapal ini membutuhkan dana sekitar Rp 70 miliar. Untuk tahun ini dialokasikan Rp 37,50 miliar.

Lokasi ketiga, untuk rute Singkil-Pulau Banyak. Kapasitas kapal roro yang akan dibuat 800 GT, dengan jumlah penumpang sekitar 250-300 orang, lebih kecil dari dua kapal roro sebelumnya. Untuk membangunnya membutuhkan dana Rp 40 miliar. Tahun ini dialokasikan senilai Rp 18 miliar. Sehingga total dana yang dibutuhkan Rp 170 miliar.

Tujuan dan sasaran dari program pembangunan tiga unit kapal roro tersebut, kata Mahyus, disamping untuk kelancaran arus transportasi barang dan penumpang antar pulau, juga untuk membangkitkan industri pariwisata di daerah kepulauan.

Minat wisatawan asing, nusantara, dan lokal untuk pergi ke Sabang, Simeulue, dan Pulau Banyak, kata Mahyus, sangat besar. Contohnya Sabang. Sebelum ada tiga unit kapal cepat dan dua unit kapal lambat, keinginan orang untuk pergi ke Sabang tidak begitu besar. Tapi, setelah tiga unit kapal cepat dan 2 unit kapal lambat tersedia di Pelabuhan Ulee Lheue, yang rutenya ke Sabang, telah membuat penduduk daratan Aceh berulang kali pergi ke Sabang.

Kabid Laut dan Udara Dishub Sabang, Bob Wahyudi yang dimintai tanggapannya mengatakan, Pemko Sabang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah merespons aspirasi masyarakat Sabang. Tambahan satu unit kapal Roro untuk rute Balohan Sabang-Ulee Lheue, katanya, sangat membantu kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dari daratan Aceh ke Sabang, selaku daerah tujuan wisatawan mancanegara, nasional, dan lokal.

Namun begitu, kata Bob Wahyudi, Pemko dan masyarakat Sabang masih membutuhkan satu unit kapal barang. Alasannya, setiap menjelang Ramadhan dan Lebaran, harga kebutuhan pokok di Sabang sering melonjak.

Hal ini disebabkan, kata Bob Wahyudi, dua unit kapal Roro, yaitu KMP BRR dan KMP Tanjung Burang yang dijadikan angkutan transportasi penumpang dan barang antar pulau, belum mampu mengangkut kebutuhan pokok dan bahan meterial ke sabang tepat waktu. Akibatnya, harga kebutuhan pokok jadi mahal.

Kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar, memberikan dampak kepada harga jual makanan di sejumlah warung nasi, restauran dan cafe-cafe di daerah wisata Sabang. “Sementara para wisatawan berharap harga makanan di Sabang tidak terlalu tinggi,” ujar Bob Wahyudi.(her).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved