Di Banda Aceh, Warga Taiwan Miliki KTP Elektronik dan Sempat Masuk DPT

Sedangkan masa berlakunya hingga 27 September 2021. Chen Hsin Hao tinggal di Jalan Khairil Anwar, Lorong Malaya, Kuta Alam.

Di Banda Aceh, Warga Taiwan Miliki KTP Elektronik dan Sempat Masuk DPT
SERAMBINEWS.COM/IST
Foto kopi e-KTP milik warga negara Taiwan, Chen Hsin Hao yang dikirim oleh anggota Panwaslih Aceh, Marini kepada Serambinews.com, Jumat (8/3/2019). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seorang warga negara Taiwan bernama Chen Hsin Hao, yang selama ini tinggal di Banda Aceh diketahui memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Bahkan, pria yang diketahui masih tercatat sebagai warga negara asalnya itu atau belum beralih status kewarganeragaan (ganda identitas) juga masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

Tapi, kini namanya di dalam DPT sudah dicoret oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI setelah diverifikasi faktual oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat pada Kamis (7/3/2019), meskipun tidak ditemui.

Dari foto kopi KTP Chen Hsin Hao yang diperoleh Serambinews.com dari Anggota Panwaslih Aceh, Marini tertulis bahwa KTP dengan nomor NIK 1171022507880005 itu dikeluarkan pada 6 Desember 2017.

Baca: Gugur Ditembak KKB Papua, Serda Yusdin Posting Foto Pacar Tunggulah dengan Sabar Walau Tanpa Kabar

Baca: Presiden Jokowi: Gaji PNS Naik Awal April 2019, Dirapel Bersamaan Gaji Ke-13 dan Ke-14

Baca: 15 Tim Basket Bertanding di Event KONI Cup IV Langsa

Sedangkan masa berlakunya hingga 27 September 2021. Chen Hsin Hao tinggal di Jalan Khairil Anwar, Lorong Malaya, Kuta Alam.

Chen yang sudah menikah itu menulis di kolom pekerjaan di KTP ‘culture & education’.

Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banda Aceh, Dra Emilia Sovayana yang dikonfirmasi Serambinews.com, Jumat (8/3/2019) malam, membenarkan pihaknya yang mengeluarkan KTP tersebut.

“Itu sama kayak kasus nasional. Bahwa memang ada KTP untuk WNA, memang benar. Dia itu tertulis warga negara Taiwan, berlaku sampai 2022, kalau KTP kita berlaku sampai seumur hidup,” katanya.

Emilia menjelaskan bahwa pemberlakuan KTP bagi WNA tidak dilarang oleh negara karena telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi dan Kependudukan (Adminduk).

“Syaratnya (WNA memiliki KTP) lengkap. Kenapa dia masuk DPT itu di luar kapasitas kita, tapi persyaratan (mereka memiliki KTP) semua ada,” jelasnya.

Emilia mengungkapkan, WNA yang berhak mengantongi KTP bagi mereka yang bekerja atau tinggal di Indonesia.

Tujuan pemberian KTP bagi WNA agar mereka bisa membuat buku rekening, SIM, atau BPJS.

“Semuanya kan harus ada identitas. Tapi dia bukan warga negara Indonesia,” demikian penjelasan Kepala Disdukcapil Banda Aceh, Emilia Sovayana. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved