Malaysia Selidiki Kuburan Massal Rohingya di Perbatasan Thailand

Malaysia membuka kembali penyelidikan kuburan massal Rohingya di hutan sepanjang perbatasan negara itu dengan Thailand.

Malaysia Selidiki Kuburan Massal Rohingya di Perbatasan Thailand
Tribun Batam
Rahang yang ditemukan di kuburan massal pengungsi Rohingya 

SERAMBINEWS.COM - Malaysia membuka kembali penyelidikan kuburan massal Rohingya dan kuburan warga Bangladesh yang menjadi korban perdagangan orang di hutan sepanjang perbatasan Thailand, yang ditemukan pada 2015.

Penyelidikan itu dilakukan karena masyarakat tidak puas dengan penyelidikan sebelumnya, ujar menteri dalam negeri sebagaimana dikutip dari Radio Free Asia.

Pada Selasa, (5/3/2019) lalu, Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin memperkenalkan tujuh anggota baru Royal Commission of Inquiry (RCI) yang melakukan penyelidikan penemuan kuburan massal dan kamp perdagangan manusia di Wang Kelian, di sebelah utara negara bagian Perlis.

Pemerintah baru yang mulai menjabat pada Mei 2019 ini, melakukan penyelidikan di tingkat yang paling tinggi, hingga di masa yang akan datang.

“Tidak ada yang mengatakan kalau mereka tidak puas dan mempertanyakan komitmen Malaysia kepada hak asasi manusia,” ujar Muhyiddin.

“Jadi, meskipun ini terbilang terlambat, tidak ada kata terlambat untuk mencapai inti dari permasalahan ini,” ujarnya.

Baca: Pengungsi Rohingya di Kompleks SKB Bireuen Tersisa Tujuh Orang Lagi, Awalnya Berjumlah 79 Orang

Baca: Genosida di Rakhine Masih Terjadi, Koalisi Rohingya Merdeka Kecewa pada Dunia Internasional

Baca: Myanmar Tunda Kunjungan Kepala UNHCR ke Rakhine, Konflik Rohingya Masih Berlangsung

Merespon pertanyaan dari BenarNews mengenai apakah royal inquiry akan fokus pada keluhan tentang dugaan yang ditutupi pada investigasi sebelumnya, dia mengatakan, “Kami akan bekerja dengan menggunakan berbagai sudut pandang terkait penemuan kuburan massal”.

Komisi ini akan dipimpin oleh Arifin Zakaria dan mantan Inspektur Jenderal Polisi Norian Mai.

Anggota lainnya adalah Kepala Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam) Razali Ismail; mantan Kepala Jaksa Agung Noorbahri Baharuddin; Junaidah Abdul Rahman, mantan kepala peneliti di Kejaksaan Agung: mantan Duta Besar Malaysia untuk Thailand Nazirah Hussin; dan Tan Seng Giaw, mantan deputi kepala “Public Accounts Committee”.

Anggota komisi akan membuat jadwal untuk penyelidikan dan membuat daftar pihak-pihak yang memiliki kepentingan untuk ditanyakan.

Halaman
123
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved