Polisi Konsultasi ke BPKP

Polres Aceh Barat menyatakan, pengusutan dan penyelidikan kasus pengadaan bibit pinang betara di Dinas Perkebunan

Polisi Konsultasi ke BPKP
RADEN BOBBY ARIA PRAKASA, Kapolres Aceh Barat

* Usut Kasus Proyek Bibit Pinang di Aceh Barat

MEULABOH - Polres Aceh Barat menyatakan, pengusutan dan penyelidikan kasus pengadaan bibit pinang betara di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) setempat masih berlanjut. “Untuk itu, kami akan melakukan konsultasi ke BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Perwakilan Aceh,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK kepada wartawan, kemarin.

Kapolres menjelaskan, konsultasi itu untuk memastikan proses penyelidikan bisa berjalan lebih lanjut. Kecuali ke BPKP, ucapnya, Polres juga akan melakukan konsultasi ke Polda Aceh. “Sejauh ini yang sudah kami periksa yakni PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PPTK (Pejabat Pelaksana Kegiatan Teknis) dari Disbunnak,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE mempertanyakan soal pengadaan bibit pinang yang sudah diplot dalam APBK 2018 senilai Rp 2,85 miliar melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) setempat. Pasalnya, hingga pertengahan Januari 2019, pengadaan bibit pinang untuk petani itu belum juga disalurkan kepada calon penerima.

Menurut Ramli SE, sesuai informasi yang diperoleh, dari Rp 2,85 miliar anggaran yang diplot untuk pengadaan bibit pinang itu, tahap awal sudah dicairkan pada 2018 senilai Rp 571,1 juta. “Dalam aturan seharusnya sebelum berakhir tahun anggaran, sudah harus disalurkan kepada calon penerima,” tukasnya.

Sedangkan, Kadis Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) Aceh Barat, Ir Said Mahjali MM menerangkan, pengadaan bibit pinang itu sudah dilakukan perubahan kontrak kerja (addendum) yakni perpanjangan waktu 50 hari. Hal itu, urainya, diperbolehkan karena tertuang dalam Perpres karena saat ini masih dalam tahap sertifikasi label oleh tim. “Sertifikasi label untuk memastikan bibitnya. Kami rencanakan sebelum 1 Februari 2019, sudah kita salurkan kepada penerima,” tukas Said kala itu.

Namun pada pekan lalu, Kadisbunnak Said Mahjali kembali mengatakan, bahwa pihaknya telah memutuskan kontrak dengan rekanan pemenang tender pengadaan bibit pinang tersebut. Pasalnya, meski sudah diaddendum, namun rekanan hanya bisa merealisasi 20 persen bibit kepada kelompok tani di wilayah itu.

Pada bagian lain, Kapolres Aceh Barat, Raden Bobby Aria Prakasa didampingi Kanit Tipikor Polres menjelaskan, bahwa dari informasi terakhir yang diperoleh bahwa pengadaan bibit pinang sudah berakhir dan sudah diputus kontrak oleh Disbunnak setempat. Namun, ucap Kapolres, ada informasi bahwa pengadaan tidak terealisasi penuh, tapi tahap awal dana sudah dibayarkan ke rekanan oleh dinas pada tahun 2018 lalu, sekitar Rp 571,1 juta.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved