Sesama Avanza Tabrakan, Kakek dan Cucu Tewas

Kecelakan lalu lintas (laka lantas) yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di Jalan Banda Aceh-Medan

Sesama Avanza Tabrakan, Kakek dan Cucu Tewas
SERAMBI/JAFARUDDIN
Barang bukti berupa Mobil Avanza yang mengalami tabrakan di Desa Alue Bili Kecamatan Baktiya, Aceh Utara diamankan ke Pos Lantas Pantonlabu. Foto direkam, Kamis (7/3). 

* Bidan Meninggal Dilindas Truk

LHOKSUKON - Kecelakan lalu lintas (laka lantas) yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di Jalan Banda Aceh-Medan. Kali ini, dua kecelakaan di dua lokasi dan waktu terpisah menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Kejadian pertama di Aceh Utara menyebabkan kakek dan cucunya tewas. Sementara kecelakaan kedua di wilayah Kabupaten Pidie menyebabkan nyawa seorang bidan melayang.

Laka lantas yang terjadi di kawasan Desa Alue Bili Rayeuk, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Kamis (7/3) sekitar pukul 10.30 WIB, melibatkan dua mobil Toyota Avanza. Tabrakan sesama Avanza tersebut menyebabkan dua penumpang yaitu kakek dan cucunya meninggal dunia serta 10 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kedua korban tewas yang merupakan penumpang Avanza BK 1340 RJ, itu adalah Mukhlis Ishak (58), Ketua Tuha Peut Desa Ulee Pulo, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dan cucunya, Aizai Rumaisa yang masih berusia tiga bulan. Sementara korban luka dari mobil yang sama adalah Salawati (45) dan Putri Maulidayanti (21), yang merupakan istri dan menantu Mukhlis. Anggota keluarga Mukhlis lain yang mengalami luka berat adalah Rizki Dewi Mukti (28), Merciana Dewi (13), Alimatul Tusakdiah (32), Suprapto (63), dan Andika Jaunuar.

Sedangkan korban dari penumpang Avanza BK 1430 VV adalah Abd Marwan Lubis (41), Sumarni (35), dan Budi Pramudi (35), ketiganya warga Desa Sidomukti, Kota Kisaran Barat, Kabutapaten Asahan, Sumatera Utara. “Hasil penyelidikan sementara, dari 12 korban dua di antaranya meninggal dunia,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Lantas Iptu Sandy Titah Nugraha kepada Serambi, kemarin.

Dijelaskan, kejadian tersebut berawal ketika Avanza BK 1430 DP yang disopiri Marwan Lubis melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh dengan kecepatan tinggi. Sesampai di lokasi kejadian, Marwan diduga mengantuk, sehingga mobilnya oleng dan melaju ke kanan jalan. Sehingga mobil itu langsung menabrak Avanza BK 1340 RZ yang disopiri Mukhlis Ishak yang melaju dari arah berlawanan atau dari Banda Aceh menuju Medan. “Setelah mendapat informasi, kita langsung ke lokasi kejadian untuk proses penyelidikan dan mengamankan barang bukti,” ujar Kasat Lantas.

Ditambahkan, korban yang tewas dibawa ke RSU Cut Meutia Aceh Utara. Sementara yang mengalami luka ringan dibawa ke RS Bunda Lhokseumawe. “Sedangkan Salawati dirujuk ke RSU di Banda Aceh untuk mendapat perawatan intens, karena mengalami luka parah,” pungkas Kasat Lantas Polres Aceh Utara.

Meninggal dilindas truk
Dua hari sebelumnya atau Rabu (5/3) pukul 12.30 WIB, Rahmalia (23), bidan bakti yang bertugas di Puskesmas Padang Tiji, Pidie, juga meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Gampong Tuha Gogo, Kecamatan Padang Tiji, Pidie. Ramalia yang akrab disapa Maya meninggal dunia setelah dilindas truk CPO. Ia mengembuskan napas terakhir di RSU Tgk Chik Ditiro Sigli, selang satu jam setelah kejadian.

Musibah tersebut menyisakan duka mendalam bagi Faridah (53), ibunda Ramalia, warga Mesjid Gogo, Padang Tiji, serta seluruh keluarga dan teman-teman sekerjanya. “Kami sangat kehilangan, dia anak saleha dan berbakti pada keluarga,” ujar Faridah, saat ditemui Serambi di rumahnya, Rabu (6/3).

Maya adalah anak pertama dari empat bersaudara pasangan Syamaun (57) dan Faridah (53). Ia tinggal bersama orang tuanya di Gampong Mesjid Gogo. Pada sore hari, Maya kerja tambahan di Klinik Bidan Hera yang berada di wilayah kecamatan yang sama.

Menurut Faridah, ia tak punya firasat apa-apa saat Maya pamit pagi itu untuk pergi bekerja. Hingga akhirnya sekitar pukul 12.45 WIB Selasa (5/3), Faridah mendapat kabar anaknya kecelakaan dan meninggal dunia. Menurut teman-teman Maya yang ditemui di rumahnya, Rabu (5/3), Maya saat itu bersama Nurfitriana hendak pergi ke Rumah Sakit Citra Husada Sigli membesuk teman yang baru melahirkan. Tapi, belum sampai ke tujuan mereka mengalami kecelakaan hingga akhirnya Bidan Maya pergi selama-lamanya.

Secara terpisah, Kasat Lantas Polres Pidie AKP Hendra Marlan mengatakan, kecelakaan itu terjadi saat korban dan rekan kerjanya Nur Fitriana (30), warga Mee Beulangong, Kecamatan Grong-grong, Pidie, melaju dari arah Banda Aceh ke Sigli dengan mengendarai sepeda motor BL 3091 PAS.

Sepeda motor dikendarai Nurfitriana dan Maya dibonceng di belakangnya. Nur Fitriana berusaha melewati iring-iringan truk tangki berisi CPO. Namun, pada saat bersamaan, Carry pikap BL 8307 PI yang disopiri Rizki Ramadan (22), warga Gajah Ayee, Kecamatan Pidie, melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh.

Pengemudi Carry sempat berusaha menghindar agar tidak terjadi laga kambing dengan sepeda motor tersebut. Upaya itu tak berhasil, karena sepeda motor mengenai bagian belakang pikap tersebut. “Korban jatuh dan terpental mengenai ban belakang truk tangki CPO yang sedang melintas,” kata Kasat Lantas. Dikatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, ia meninggal dunia dalam penanganan medis. Sedangkan temannya Nurfitriana hingga kemarin masih dirawat di rumah sakit.(jaf/aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved