Tersangka Masih Rahasiakan Asal-usul 40 Amunisi Aktif

Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat telah menetapkan pria Z (27), warga sebuah desa di kabupaten itu sebagai tersangka dalam kasus

Tersangka Masih Rahasiakan Asal-usul 40 Amunisi Aktif
ANTARA/Syifa Yulinnas
Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro (kiri) didampingi Wakapolres Kompol Warosidi (kanan) memperlihatkan senjata api milik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mapolres Aceh Timur, Aceh, Jumat (1/3). Tim Gabungan Polda Aceh berhasil mengamankan dua orang tersangka dengan inisial Nas dan Sal yang tergabung dalam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan menyita dua pucuk senjata api jenis AK 56 dan FN beserta 68 butir amunisi dari kelompok tersebut. 

MEULABOH - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat telah menetapkan pria Z (27), warga sebuah desa di kabupaten itu sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan 40 amunisi (peluru) aktif kaliber 5,56x45 mm. Namun, penyidikan kasus itu pada Jumat (8/3) kemarin tak ada perkembangan yang berarti karena tersangka masih merahasiakan asal-usul 40 peluru aktif tersebut.

Untuk itu, kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Praksa SIK didampingi Kasat Reskrim, Iptu M Isral kepada wartawan, Jumat kemarin, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut dengan harapan tersangka bersedia menyebutkan dari mana ia peroleh puluhan amunisi itu.

“Ya, masih terus kita gali dan pastikan informasi yang sudah ada. Masih pengembangan,” kata AKBP Raden Bobby.

Diduga piket pendopo
Sementara itu, sejumlah sumber di Aceh Barat menyebutkan bahwa Z pernah menjadi petugas piket jaga malam di pendopo bupati. Diduga, kaus yang bertuliskan “Petugas Pendopo Bupati Aceh Barat” itu benar milik Z saat ia masih aktif mengamankan pendopo.

Terkait informasi bahwa Z pernah piket jaga malam di pendopo, Kapolres Aceh Barat yang ditanyai belum bersedia mengomentari hal itu. “Masih kita gali informasi dan mintai keterangan. Kami fokus dulu terhadap kepemilikan amunisi yang disita serta apa motifnya,” kata Bobby.

Klarifikasi ke bank
Sementara itu, diperoleh informasi bahwa Jumat kemarin penyidik Polres Aceh Barat melakukan klarifikasi terkait ditemukannya sebuah kartu ATM Bank Mandiri warna silver dengan nama pemilik, Ramli MS. Klarifikasinya dilakukan di Bank Mandiri Meulaboh. Melalui klarifikasi itu polisi ingin memastikan apakah kartu ATM tersebut masih aktif atau tidak serta siapa sebenarnya pemilik kartu ATM yang kebetulan namanya sama dengan nama Bupati Aceh Barat saat ini, Ramli MS.

Kapolres Aceh Barat yang ditanyai terkait klarifikasi kartu ATM ke bank mengatakan, pihaknya masih mendalami temuan kartu tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Barat, Rabu (6/3) subuh berhasil menangkap Z (27), pria asal sebuah desa di kabupaten itu yang diduga pemilik 40 amunisi (peluru) aktif kaliber 5,556 x 45 mm yang disita polisi pada Senin (4/3) malam.

Kepemilikan peluru aktif itu terungkap tak sampai 2x24 jam, setelah polisi mendalami keterlibatan Z dalam rencana perampokan terhadap Bripka F, saat personel Polres Aceh Barat itu melintas sendirian di kegelapan malam Jalan Generasi, Seuneubok, Meulaboh, Aceh Barat.

Untuk menghindari perampokan ia kemudian terlibat duel dengan pria yang menguntitnya. Pria itu kemudian lari, tapi belakangan terungkap berinisial Z, warga Aceh Barat.

Keberhasilan polisi mengungkap kasus tersebut dibeberkan Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolres, Rabu (6/3) siang. Dalam kesempatan itu, kapolres yang didampingi sejumlah perwira memperlihatkan sejumlah barang bukti (BB) yang diamankan dalam kasus tersebut. Di antaranya bendera Bulan Bintang dan borgol.

Kasus itu bermula saat seorang anggota Polres Aceh Barat, Senin (4/3) sekira pukul 22.30 WIB terlibat duel dengan seorang pria yang diduga hendak merampoknya saat melintas di Jalan Generasi, Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh. Terdesak pada aksi duel satu lawan satu itu, si tersangka langsung kabur meninggalkan sepeda motor yang semula dia kendarai, BL 5337 EAH dan sebuah tas.

Setelah isi tas itu diperiksa, termasuk jok sepeda motornya, ditemukan sejumlah barang. Di antaranya, sebuah hp, selembar KTP, bendera Bulan Bintang, dan satu kartu ATM Bank Mandiri.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved