VIDEO - Patut Dicontoh, Tambak Udang Ala Abusyik Lebih Jernih dan Tanpa Bau

Menurut Abusyik, revolusi tambak udang ala tradisional ini mengandalkan plankton sebagai bahan utama makanan udang.

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Selain berhasil ‘menyulap’ sumur air asin dan sumur air lagang menjadi air tawar yang jernih, Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) juga berhasil memperbaiki sejumlah tambak udang milik warga Pidie yang sebelumnya sudah tercemar limbah pestisida.

Proses perbaikan tambak tanpa unsur berbahan kimia ini merupakan pilot project yang dilakukan di areal tambak seluas 1, 5 hektar yang berada di gampong Pasi Peukan Baro, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie.

Menurut Abusyik, revolusi tambak udang ala tradisional ini mengandalkan plankton sebagai bahan utama makanan udang.

Proses pengolahan tambak yang dibina langsung oleh mantan elit Combatan GAM itu tergolong beda dengan proses pengolahan tambak yang kerap dilakukan warga selama ini.

Baca: 3.025 Kertas Surat Suara Rusak

Baca: VIDEO - Tanpa Zat Kimia, Abusyik ‘Mengubah’ Air Asin menjadi Air Tawar, dan Layak Dikonsumsi

Perbedaan yang sangat kontras adalah penggunaan material bongkahan batu karang ke dalam tambak.

Selain penggunaan bongkahan karang, proses perbaikan tambak secara alami ini juga menggunakan cairan mineral yang diproduksi khusus dengan cara fermentasi.

Pemulihan tambak dilakukan beberapa tahap. Pertama, melakukan penyemprotan tambak yang telah dikeringkan, dengan menggunakan cairan mineral hasil proses fermentasi yang diproduksi sendiri di halaman belakang rumahnya, di gampong Pu’uk Aree Kecamatan Delima.

Cairan itu lah yang kemudian disemprotkan ke bagian tanah tambak yang menurut Abusyik pupuk cair ini berfungsi untuk pengembalian unsur hara tanah, sekaligus menghilangkan racun yang telah sekian lama mengendap di dalam tanah.

Saat ini Abusyik juga terus bereksperimen atau memproduksi varians pupuk organik, yang di bantu oleh sejumlah warga setempat.

Baca: Dikritik Karena Memuat Pasal Karet, RUU Permusikan Ditarik dari Banleg DPR

Nah fase perbaikan tambak selanjutnya adalah dilakukan endapan selama tiga hari dengan ketinggian air 60 hingga 70 cm dari permukaan tanah.

Tujuannya agar penguraian tanah oleh cairan tersebut dapat bekerja merata.

Selanjutnya tahap (fase) ketiga, dilakukan pembuangan air. Rotasi ini atau siklus keluar-masuk (air baru) ke dalam tambak akan berlangsung selama seminggu.

Kelebihan dari proses budidaya udang ala Abusyik ini, diyakini dapat meningkatkan hasil tambak tanpa merusak tanah.

Abusyik juga menyeru masyarakat Pidie agar pengelolaan tambak kembali ke pola tradisional, alias menghindari pemakaian pupuk organik yang di istilahkan oleh Abusyik sebagai ‘senjata yang mematikan’ di era globalisasi.

Penulis: RA Karamullah
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved