Hujan Deras dan Petir Masih Melanda Kota Subulussalam

Cuaca ekstrem yakni hujan deras dan petir masih melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya hingga Minggu (10/3/2019) petang ini.

Hujan Deras dan Petir Masih Melanda Kota Subulussalam
Serambinews.com
Hujan mengguyur Kota Subulussalam dan sekitarnya, Minggu (10/3/2019) membuat warga cemas terjadinya banjir. 

Laporan Khalidin│Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Cuaca ekstrem yakni hujan deras dan petir masih  melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya hingga Minggu  (10/3/2019) petang ini. 

Kemarin, akibat hujan deras disertai angin kencang bahkan puting beliung melanda Kota Subulussalam, menyebabkan kerusakan sejumlah rumah penduduk termasuk bangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Seorang petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) l di Subulussalam, Yunadi menyampaikan satu unit bangunan di komplek BLK Subulussalam rusak parah akibat direrjang badai.

Kerusakan berupa semua atap bangunan di depan gedung pertemuan tersebut diterbangkan bersama komponen penyangganya.

Selain itu, menurut Yunadi, hujan yang diiringi angin kencang atau badai juga merusak tujuh unit rumah di daerah tersebut. 

Di Desa Gunung Bakti, satu unit rumah warga rusak akibat diterpa angin kencang. Dilaporkan, angin kencang juga menerpa beberapa rumah di Desa Suka Makmur.

Baca: KNPI Subulussalam Ikrar Lawan Narkoba di Hadapan Ustad Abdul Somad

Baca: Syahrini Siap Jadi Istri Salehah untuk Reino Barack, Akan Lakukan Pengabdian Ini pada Suami Tercinta

Baca: 15 Orang Tewas Setelah Penyerang Bertopeng Serang Klub Malam di Meksiko 

Jika hujan terus mengguyur sejumlah badan jalan nasional dikhawatirkan bakal terendam banjir.  Kondisi ini kerap membuat jalur Aceh-Medan via Kota Subulussalam rawan longsor.

Warga yang melakukan perjalanan  ke Medan Sumatera Utara di lintasan Subulussalam pun dimbau untuk lebih waspada tanah longsor yang kerap terjadi di jalur tersebut.

Berdasarkan catatan Serambinews.com, lokasi yang rawan longsor itu sekitar belasan kilo meter berada di jalur sejak dari Desa Jontor dan Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, hingga ke Kabupaten Pakpak Bharat.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved