Transaksi Gadai Emas Meningkat

Transaksi gadai emas di Banda Aceh dilaporkan meningkat, hingga 6 Maret 2019 tercatat jumlah pembiayaan

Transaksi Gadai Emas Meningkat

BANDA ACEH - Transaksi gadai emas di Banda Aceh dilaporkan meningkat, hingga 6 Maret 2019 tercatat jumlah pembiayaan yang diberikan mencapai Rp 352 miliar lebih atau naik 8,62 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama.

Kenaikan ini diperkirakan karena masyarakat enggan untuk menjual emasnya apabila butuh tambahan dana, sehingga memilih untuk menggadaikannya saja.

“Apabila dijual kemungkinan besar enggak bisa beli kembali, sehingga nasabah lebih memilih untuk gadai dan barangnya itu masih bisa ditebus lagi nanti,” kata Asisten Manager Penjualan Deputy Bisnis Area Pegadaian Banda Aceh, Ronal Fahrizan, kepada Serambi, Sabtu (9/3).

Dikatakan, selain itu ada juga yang menggadaikan emas karena butuh modal terutama untuk usaha atau proyek yang mulai ada. “Beberapa proyek sudah disahkan, hanya saja untuk anggarannya belum. Jadi sementara mereka menggadaikan barangnya untuk menjalankan proyek-proyeknya itu,” kata Ronal yang menyebutkan harga gadai emas saat ini di Pegadaian yaitu Rp 1.645.000/mayam.

Selain transaksi gadai emas yang meningkat, jumlah pembiayaan untuk seluruh produk di Pegadaian juga meningkat tahun ini dibanding tahun lalu, yaitu tumbuh 51,71 persen atau mencapai Rp 554 miliar lebih terhitung sampai 6 Maret 2019.

“Untuk semua produk pembiayaannya naik. Antaranya ada produk Rahn Tasjily atau gadai sertifikat tanah, pembiayaan Amanah, Arrum Haji, serta produk layanan investasi emas,” demikian Ronal Fahrizan.

Sebagai logam mulia, emas merupakan komoditas yang memiliki nilai yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Maka tidak heran komoditas yang satu ini menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih oleh pekerja.

Saat ini berbagai program ditawarkan sejumlah lembaga untuk memudahkan calon investor dengan uang terbatas bisa memulai investasi, seperti tabungan emas. Menabung emas di Pegadaian bisa dimulai dari nominal Rp 5.000. Setiap setor tunai, maka akan langsung terkonversi dalam bentuk gram emas, dan tercatat pada buku rekening. Tabungan emas Pegadaian bisa dijual, dicetak, dan ditransfer jika sudah mencapai berat minimal satu gram emas.

Menabung emas juga bisa dilakukan di situs jual beli online yang bekerja sama dengan Pegadaian. Emas yang diinvestasikan akan terkonversi dalam bentuk fisik dan dititipkan di Pegadaian. Selain itu menabung emas kini mulai ditawarkan bank syariah. Bank menyediakan pembiayaan pembelian emas dengan pecahan tertentu, mulai dari 10 gram, 50 gram, 1000 gram, hingga lebih dari 300 gram. Calon nasabah akan diminta membayar uang muka sekitar 20 persen dari harga emas yang dibeli. Kemudian, sisa pembayaran dilunasi dengan cara mencicil.(una/ozc)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved