Amunisi Sitaan bukan Milik TNI

Pihak Kodim 0105 Aceh Barat meluruskan informasi yang menyebar melalui rekaman video yang memunculkan

Amunisi Sitaan bukan Milik TNI
IST
NURUL DIYANTO, Dandim Aceh Barat

* Kasus Polisi Duel dengan Perampok di Meulaboh

MEULABOH - Pihak Kodim 0105 Aceh Barat meluruskan informasi yang menyebar melalui rekaman video yang memunculkan spekulasi seolah-olah amunisi aktif sebanyak 40 butir yang disita polisi pekan lalu adalah milik TNI.

“Amunisi itu bukan milik kita. Sudah saya cek ke semua Koramil di Aceh Barat,” kata Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto kepada Serambi di sela-sela menghadiri kegiatan Millenial Road Safety Fastival (MRSF) di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Minggu (10/3).

Menurutnya, terhadap beredarnya video tersebut, Dandim mengatakan tidak jelas sumbernya dan sudah dilakukan pengecekan ke semua prajurit dan memastikan bahwa informasi yang beredar dalam video itu tidak benar. “Sepertinya ada pihak yang sengaja mengalihkan isu atau menyudutkan TNI, padahal itu merupakan amunisi sisa konflik Aceh,” tegas Dandim Aceh Barat.

Dandim Aceh Barat memastikan temuan amunisi itu tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap tahapan Pemilu 2019 di Aceh Barat. Pihak kepolisian terus mengusut temuan amunisi yang terbilang banyak itu. “Polisi masih mendalami,” ujar Letkol Nurul Diyanto.

Sebelumnya sebuah video berdurasi beberapa detik sempat beredar di masyarakat. Dalam video itu, tersangka Zulhelmi menjawab pertanyaan mengaku amunisi diperoleh dari seseorang di Kuala Bhee. Amunisi itu digunakan untuk berburu rusa.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK yang ditanyai Serambi di sela kegiatan MRSF di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh mengatakan, kasus penangkapan pria Z (Sulhelmi) masih didalami penyidik. “Masih didalami. Nanti pekan depan kita ekspose perkembangannya,” kata AKBP Raden Bobby.

Informasi dari sumber lainnya yang diperoleh Serambi menyebutkan, pihak Polres Aceh Barat masih mendalami keterlibatan sejumlah nama lain yang disebut oleh pria Z, termasuk memastikan kartu ATM Bank Mandiri bertuliskan nama Ramli MS.

Satu informasi menyebutkan, kartu ATM itu ternyata sudah tidak aktif lagi sejak tahun 2006. Tersangka Z memperoleh kartu itu dari tempat sampah di pendapo beberapa waktu lalu. Namun pengakuan itu masih berpeluang didalami oleh polisi.

Seperti diberitakan, pada Rabu (6/3) subuh, Polres Aceh Barat menangkap Z (27), pria dari salah satu desa di Aceh Barat yang diduga sebagai pemilik 40 amunisi (peluru) aktif kaliber 5,56 x 45 mm yang disita polisi pada Senin (4/3) malam.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved