Pilpres 2019

Dituding Jadi Buzzer Jokowi, Polri Sebut Tidak Benar dan Buru Pemilik Akun @opposite6890

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menilai tudingan akun @Opposite6890 adalah bagian dari upaya mendelegitimasi pemilu.

Dituding Jadi Buzzer Jokowi, Polri Sebut Tidak Benar dan Buru Pemilik Akun @opposite6890
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, saat ditemui di ruangannya, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). (KOMPAS.com/Devina Halim) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Akun @Opposite6890 diketahui menuding Polri memelihara buzzer untuk kepentingan paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menanggapi hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menilai tudingan akun @Opposite6890 adalah bagian dari upaya mendelegitimasi pemilu.

Ia menjelaskan upaya-upaya pendelegitimasian pemilu itu telah dimulai sejak bulan November 2018 berawal dari isu e-KTP yang menyasar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kemudian berlanjut pada hoaks surat suara tercoblos pada bulan Desember 2018, yang kemudian dilanjutkan dengan isu netralitas Polri dan Bawaslu dalam rentang waktu Januari hingga Maret 2019.

"Artinya pola-pola itu kita sudah maping, ya dalam rangka apa akhirnya? Delegitimasi pemilu. (Jadi) Jangan sampai ini terjadi, karena ini akan merusak demokrasi yang ada di Indonesia," ujar Dedi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019).

Akun Opposite6890
Akun Opposite6890 

Jenderal bintang satu itu menegaskan pihaknya akan terus mengawal dan menegakkan hukum kepada para pelaku hoaks.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa netralitas Polri dalam Pemilu 2019 adalah harga mati. Hal tersebut selalu ditekankan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dala setiap kesempatan pada seluruh personel Korps Bhayangkara.

"Kita akan terus fokus untuk terus memberantas kasus-kasus hoax atau juga propaganda-propadganda yang dimunculkan di medsos, kita akan habisi itu," kata dia.

Lebih lanjut, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu meminta awak media memberi waktu Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menganalisa isu tudingan akun @Opposite6890.

"Termasuk ini (tudingan akun @Opposite6890, - red), dalam hal ini tunggu dulu. Berikan kita kesempatan pada Direktorat Siber untuk betul-betul menganalisa secara komprehensif terhadap peristiwa ini," tukas Dedi.

Baca: Kisah Siti Aisyah, TKW Mata-mata Korea Utara, Ditahan Atas Pembunuhan Kim Jong Nam dan Kini Bebas

Baca: Puluhan Siswa MTsN 2 Pijay Jalani Wisuda Tahfiz Quran

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved