KIP Sisir Lagi WNA dalam DPT

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali menyisir daftar pemilih tetap (DPT) Aceh Pemilu 2019

KIP Sisir Lagi WNA dalam DPT
SERAMBINEWS.COM/IST
Staf KIP Aceh Tenggara melakukan verifikasi faktual kepada Ingrid Wilhelmia Maria, warga negara Belanda yang sebelumnya masuk dalam DPT Aceh Pemilu 2019 di kediamannya di di Kampung Melayu Gabungan, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara. 

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali menyisir daftar pemilih tetap (DPT) Aceh Pemilu 2019 guna menelusuri warga negara asing (WNA) yang masih ada di dalamnya. Instruksi itu, menurut Ketua Perencanaan Data dan Informasi KIP Aceh, Agusni AH, juga telah disampaikan kepada KIP kabupaten/kota di Aceh dan saat ini sedang dilakukan.

“KIP kembali telusuri WNA, dalam waktu bersamaan KIP Aceh kembali menyusuri WNA yang kadung (terlanjur) masuk dalam daftar pemilih, sebagaimana ditemukan dua nama sebelumnya dan telah dicoret,” kata Agusni secara khusus kepada Serambi, Senin (11/3).

Seperti diberitakan, dua WNA masing-masing bernama Ingrid Wilhelmia Maria, warga Negara Belanda yang telah 20 tahun menetap di Kampung Melayu Gabungan, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara. Dia juga pernah menikah selama tujuh tahun dengan warga lokal.

Sedangkan seorang lagi bernama Chen Hsin Hao, warga Negara Taiwan. Dia diketahui sudah dua tahun menetap di Peunayong, Banda Aceh dan berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh. Agusni AH sebelumnya juga telah menegaskan, pihaknya telah mencoret nama dua WNA yang sebelumnya masuk dalam DPT Aceh Pemilu 2019 setelah dilakukan verifikasi faktual pada Kamis 7 Maret 2019.

“Dua WNA sudah dicoret yang sebelumnya telah ditetapkan lewat rapat pleno bahkan secara nasional dua nama dimaksud dipastikan tak ada lagi dalam DPT Aceh,” kata Agusni seperti diberitakan Serambi sebelumnya.

Dalam keterangannya kepada Serambi kemarin, Agusni juga mengatakan, KIP Aceh bersama KIP kabupaten/kota akan kembali menelusuri WNA dalam DPT untuk memastikan daftar pemilih Aceh benar-benar bersih dari semua data yang tidak valid. Ditanya apakah masih ada WNA di Aceh yang masuk DPT, Agusni belum bisa memastikan. “Kita belum tahu apa masih ada WNA dalam DPT atau memang sudah bersih sama sekali. Kita berharap data pemilih di Aceh benar-benar bersih dan valid,” kata Agusni.

Menjawab pertanyaan kenapa ada data WNA masuk dalam DPT di Aceh, secara umum, menurut Agusni ada kesalahan teknis dan input data saat KIP dan jajarannya mendata di lapangan. “Kemungkinan pada saat pendataan awal salah input atau salah coklit oleh petugas lapangan, lantaran KTP elektronik tersebut tak ada beda untuk WNA dan WNI, hanya saja beda dari sisi penulisannya saja yaitu WNA dan WNI,” ujarnya.

Agusni juga menginformasikan, pihaknya saat ini sedang melakukan pemutakhiran data dan akan melakukan pleno penetapan daftar pemilih tambahan (DPTb) tingkat kabupaten/kota pada 11-12 Maret. “Sedangkan untuk tingkat provinsi pada 12-13 Maret dan tingkat nasional pada 14-15 Maret 2019,” demikian Agusni AH. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved