Breaking News:

32 Ton Bawang Ilegal Disita

Petugas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Aceh bersama BC Langsa dan BC Tanjung

Editor: bakri
For Serambinews.com
KM Anak Kembar dan sekitar 30 ton lebih saat berada di Pelabuhan Kuala Langsa 

* Ditangkap di Perairan Aceh Tamiang

LANGSA - Petugas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Aceh bersama BC Langsa dan BC Tanjung Balai Karimun menggagalkan penyelundupan bawang merah ilegal dari luar negeri pada Senin (11/3).

Operasi gabungan ini mensita sekitar 32 ton bawang merah ilegal yang dikemas dalam 3.200 karung menggunakan kapal motor (KM) KM Anak Kembar.

Lima anak buah kapal (ABK) dan tekong kapal pada Senin (11/3) malam langsung diamankan ke Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Kuala Langsa, untuk menjalani proses lebih lanjut.

Sedangkan sekitar 30 ton lebih bawang merah ilegal yang dibawa dari Penang, Malaysia tujuan Pantai Seping, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang, pada malam itu juga dibawa ke Banda Aceh menggunakan truk tronton.

Sebelumnya, KM Anak Kembar bermuatan bawang merah ilegal ini ditangkap di posisi 20 mil atau sekitar 34 km dari Pelabuhan Kuala Langsa pada petang hari, dan selanjutnya ditarik petugas ke Pelabuhan Kuala Langsa. Kepala Sub Seksi Penyidikan dan BHP, Doddy Agus kepada wartawan, Selasa (12/3) membenarkan penangkapan kapal tersebut bermuatan 3.200 kg bawang ilegal asal luar negeri.

Menurutnya, penangkapan KM Anak Kembar GT 25 dengan No 321/QQd, dilakukan pada Senin (11/3) sekitar pukul 17.00 WIB oleh Tim BKO Kanwil DJBC Aceh, Kapal Patroli PSO Tanjung Balai Karimun BC 30005.

KM Anak Kembar Indonesia berangkat awalnya dari Pelabuhan Penang, Malaysia dan ditangkap di perairan Timur Laut Ujung Tamiang pada koordinat 04-44-56 U / 98-24-48 T per +- 20 mil, dengan tujuan akan membawa bawang ikegal itu ke kawasan Aceh Tamiang.

Kemudian, lima orang yang diamankan bersama KM Anak Kembar itu diantaranya 1 nahkoda dan 4 anak buah kapal, dan kini pihak Bea Cukai sedang melakukan penyidikan terhadap mereka.

“Sebanyak 3.200 karung bawang ilegal dibawa ke Kanwil Bea Cukai di Banda Aceh untuk selanjutnya dilakukan penanganan penyidikan lebih lanjut terhadap barang bukti dan tersangka, dan pelaku diduga melanggar pasal 102 huruf a UU Kepabeanan,” tutupnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved