Banjir Luapan di Abdya Surut

Banjir luapan aliran sungai yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)

Banjir Luapan di Abdya Surut
Foto kiriman warga
Pemukinan warga Desa Kuta Bahagia, Blangpidie, Abdya, Senin (11/3/2019) malam, terendam banjir luapan Sungai Krueng Beukah setelah diguyur hujan 

BLANGPIDIE - Banjir luapan aliran sungai yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Senin (11/3) malam, dilaporkan sudah surut kembali, Selasa (12/3) pagi. Namun, curah hujan yang tinggi selama tiga hari terakhir bisa berpotensi terjadi banjir susulan.

Pantauan Serambi, sejumlah kawasan di enam kecamatan terdampak banjir luapan, Senin malam. Peristiwa meluap aliran Sungai Krueng Beukah mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Blangpidie dan Susoh dikepung banjir.

Di Kecamatan Blangpidie, kawasan terkena banjir luapan, antara lain Desa Kuta Bahagia (Paya), Lueng Taroek, dan Cot Jirat. Sedangkan di Kecamatan Susoh, banjir luapan melanda daerah Binca Desa Pawoh dan Desa Padang Baru.

Tidak bertahan lama, banjir luapan sungai tersebut surut kembali. “Banjir luapan yang melanda beberapa desa di Kecamatan Blangpidie dan Susoh, Senin malam, sudah surut kembali,” kata Julinardi, anggota DPRK Abdya kepada Serambi, Selasa pagi.

Begitupun dari pantauan Serambi, banjir luapan atau akibat drainase tidak berfungsi terlihat masih menggenangi perkarangan sejumlah rumah warga di Desa Geulima Jaya dan Ujong Padang, Kecamatan Susoh.

Sementara banjir luapan sungai yang melanda beberapa desa di Kecamatan Manggeng, Tangan-Tangan, Lembah Sabil dan Setia, menurut laporan para camat setempat, sudah surut kembali.

Camat Kecamatan Manggeng, Hamdany menjelaskan, banjir luapan pada Senin malam terjadi di daerah yang sudah menjadi ‘langganan’ banjir luapan aliran Krueng Manggeng. Seperti di Gampong Sejahtera (Teupin Batee), Tokoh I, Blang Manggeng, dan di Keude Manggeng. “Banjir lewat saja, tak lama kemudian surut kembali,” kata camat.

Di Kecamatan Tangan-Tangan, banjir luapan Krueng Tangan-Tangan (Adan) juga melanda daerah rawan banjir, yaitu Desa Drien Jalo, Mesjid, dan Padang Kawa. Akan tetapi, menurut Camat Tangan-Tangan, Jasmadi, banjir tersebut sudah surut. Tapi, masih di Kecamatan Tangan-Tangan, luapan sungai kecil (alur) menyeret material batu kemudian menimbun tanaman padi baru tanam di Desa Kuta Bak Drien.

Sedangkan di Kecamatan Lembah Sabil, peristiwa meluap aliran Sungai Krueng Baru, menurut Camat TR Syahir, terdampak ke Desa Tokoh II dan sedikit di Desa Alue Rambot, tapi terjadi tidak lama.

Sementara itu, puing banjir berupa sisa potongan kayu yang dibawa banjir, Senin (11/3) malam, tersangkut dan menumpuk di tiang tengah jembatan Pulau Kayu, Susoh, Kabupaten Abdya atau jembatan pada lintasan Jalan Nasional Blangpidie-Meulaboh.

“Sisa kayu dalam jumlah besar itu tersangkut di tiang jembatan ketika dibawa banjir Senin malam tadi,” kata Kepala Dusun Pasar Pulau Kayu, Rijal kepada Serambi, Selasa (12/3).

Selain menyeret sisa kayu dari hulu sungai besar tersebut, luapan Sungai Krueng Beukah juga berdampak erosi yang meruntuhkan tebing dan menumbangkan pohon ke dalam sungai di sejumlah titik lokasi.

Peristiwa erosi parah terjadi di kawasan Desa Padang Baru dan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh dan Desa Cot Jirat dan Kuta Bahagia (Paya) Kecamatan Blangpidie. Pohon bambu, sawit dan cokelat serta tanaman pisang yang tumbuh di tebing sungai di beberapa titik tumbang bersamaan runtuhnya tebing salah satu sungai besar di Abdya.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved