Pusat Plotkan Anggaran Rp 11,5 M

Pemerintah melajutkan proyek revitalisasi Krueng Aceh, di kawasan Peunayong, Banda Aceh

Pusat Plotkan Anggaran Rp 11,5 M
SERAMBI/HERIANTO
REVITALISASI pinggiran Krueng Aceh yang sudah selesai dibangun tahun 2018 untuk kawasan wisata kuliner Kota Banda Aceh. Tahun ini pemerintah membangun empat anjungan dengan nilai anggaran Rp 11,5 miliar. 

* Untuk Anjungan Kuliner

BANDA ACEH - Pemerintah melajutkan proyek revitalisasi Krueng Aceh, di kawasan Peunayong, Banda Aceh, untuk dijadikan kawasan wisata kuliner. Tahun ini Pemerintah Pusat menganggarkan dana sebesar Rp 11,5 miliar untuk melanjutkan proyek tersebut, setelah pada tahun lalu dialokasikan dana Rp 5,5 miliar untuk membangun dua anjungan kuliner.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rahyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Banda Aceh, Ir Jalaluddin MT kepada Serambi, Selasa (12/3). Dikatakan, anggaran sebesar Rp 11,5 miliar itu akan digunakan untuk membangun empat anjungan kuliner, guna menyambung dua anjungan yang telah dibangun tahun lalu. “Revitalisasi pinggiran Krueng Aceh menjadi kawasan wisata kuliner, sudah menjadi komitmennya Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman,” jelasnya.

Dikatakan, revitalisasi Krueng Daroy dan Krueng Aceh sudah dimulai sejak tahun 2018. Untuk revitalisasi Krueng Daroy, telah kita bangun jalur pedestrian di sisi kiri dan kanan sungai. Pekerjaan pembangunannya dimulai dari jembatan Gunongan sampai Jembatan Jalan Seulawah dengan sumber dana dari APBN senilai Rp 14,1 miliar.

Jalaluddin menjelaskan, alasan Walikota Banda Aceh merevitalisasi kedua sungai (Krueng) tersebut, selain untuk menghilangkan kawasan kumuh di tengah kota, juga guna menjadikan Kota Banda Aceh, sebagai water from city, kota yang indah dan bersih dibelah oleh sungai yang bersih.

“Kota-kota di Eropa yang berada di pinggiran sungai, bisa bersih dan menjadi kawasan wisata yang sangat disukai wisatawan mancanegara,” tandas Jalaluddin menirukan ucapan Wali Kota Banda Aceh.

Sementara Kota Banda Aceh yang penduduknya mayoritas muslim, yang cinta damai dan suka dengan kebersihan, harus bisa menciptakan lingkungan sungai yang bersih dan teduh, menjadi kawasan wisata yang menarik dan disukai wisatawan mancanegara, seperti kota-kota di Eropa. “Untuk Krueng Daroy, revitalisasinya hingga jembatan Keutapang, sedangkan Krueng Aceh ditargetkan sampai jembatan Surabaya dan Pasar Ikan Peunayong dan Lampulo.

Kadis Perkim Kota Banda Aceh, Jalaluddin juga mengatakan, proyek revitalisasi Krueng Aceh juga akan menyasar Pasar Ikan Peunayong yang nantinya akan dijadikan kawasan kuliner dan pusat refreshing bagi warga kota. Hal itu juga sudah disampaikan kepada Menteri PUPR. Pemerintah akan mengalokasikan anggarannya pada tahun 2020.

Pada tahun ini Pemko Banda Aceh akan memprogramkan pemindahan para pedagang yang ada di pasar Peunayong. Mereka akan direlokasi ke pasar ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja di Lampulo.

“Info yang kita peroleh dari pihak dinas terkait, pemindahan akan dilakukan setelah fasilitas pasar ikan yang baru di PPS Lampulo dipenuhi seluruhnya,” ujar Jalaluddin.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved