Hope, Orangutan dengan 74 Peluru Senapan Angin di Badan Kini Kondisinya Mulai Membaik

Saat ini tim dokter dari Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, berupaya melakukan operasi terhadap satwa liar yang dilindungi itu.

Hope, Orangutan dengan 74 Peluru Senapan Angin di Badan Kini Kondisinya Mulai Membaik
Dok: BKSDA Aceh
Tim dokter hewan dari Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara sedang memberikan pertolongan medis terhadap Hope, orangutan dengan 74 peluru senapan angin di seluruh badannya, Rabu (13/3/2019). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hope (30), induk orangutan sumatera (pongo abelii) yang ditemukan 74 butir peluru senapan angin di badannya setelah di evakuasi dari kebun warga di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam, kini kondisinya mulai membaik.

"Laporan kami terima, dia sudah mulai mau makan. Kemudian sudah mulai mencoba memanjat, itu tanda bagus," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo kepada Serambinews.com, Kamis (14/3/2019).

Sapto mengatakan, saat ini tim dokter dari Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, sedang berupaya melakukan operasi terhadap satwa liar yang dilindungi undang-undang tersebut akibat luka yang dialaminya.

Sebab, sebelum dievakuasi, Hope sudah mengalami luka yang parah akibat terkena benda tajam pada tangan kanan, kaki kanan, serta punggung. "Untuk patah tulang, segera akan dioperasi," ujar Sapto.

Baca: Habib Bahar bin Smith Sampaikan Pesan ‘Ancaman’ Kepada Jokowi: Tunggu Saya Keluar

Baca: Warga Ponorogo Termakan Isu Kiamat, Ustaz Abdul Somad Jelaskan Tanda-tanda Kiamat Sebenarnya

Baca: Jadwal Piala Presiden 2019 Bali United Vs Bhayangkara FC Hari Ini, Laga Perebutan Tiket 8 Besar

Sebelumnya diberitakan, Personil BKSDA Aceh Seksi Wilayah 2 Subulussalam bersama mitra WCS-IP dan OIC mengevakuasi dua ekor orangutan sumatera (pongo abelii) yang tediri anak dan induk di kebun warga tepatnya di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam pada Minggu (10/3/2019) lalu.

Dari hasil evakuasi dan pemeriksaan dokter hewan dari Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara ditemukan peluru senapan angin sebanyak 74 butir yang tersebar di seluruh badan Hope.

Selain itu kedua mata HOPE juga terluka parah karena tembakan senapan angin.  Sedangkan anak HOPE yang berumur satu bulan, dalam kondisi kekurangan nutrisi parah dan shock berat. 

"Tim kemudian membawa kedua orangutan tersebut ke Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melalui Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP), untuk dilakukan perawatan intensif.  Namun dalam perjalanan anak orangutan mati diduga karena malnutrisi," jelasnya.

Baca: Orangutan yang Kritis di Aceh Ternyata Ditembaki 74 Peluru, Bayinya Mati Karena Gizi Buruk

Baca: Kementerian Kehutanan Kecam Keras Penembakan Orangutan di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuhnya

Sapto mengatakan, BKSDA mengecam keras tindakan penganiayaan satwa liar yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Pihaknya juga telah menyurati Kapolda Aceh untuk menertibkan penggunaan senapan angin secara illegal.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved