Tabrak Pejalan Kaki, Dua Pelajar Tewas

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah Aceh Utara

Tabrak Pejalan Kaki, Dua Pelajar Tewas
IAN RIZKIAN MILYARDIN, Kapolres Aceh Utara

LHOKSUKON - Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah Aceh Utara. Kali ini, sepeda motor (sepmor) menabrak pejalan kaki di Jalan Lhoksukon-Lapang, kawasan Desa Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Selasa (12/3) sore, menyebabkan dua pelajar tewas. Keduanya adalah Nazir (14), remaja asal Desa Merbo Jurong, Kecamatan Lapang dan Rahmatullah (14), pelajar asal Desa Cot Murong, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara. Sementara seorang lainnya, M Azis (14), pelajar asal Merbo Jurong yang diboncengi Nazir, mengalami luka-luka.

Seperti diketahui, sebelumnya tabrakan sesama mobil Avanza di Jalan nasional kawasan Desa Alue Bili, Kecamatan Baktiya, Kamis (7/3), menyebabkan tiga orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka. Kasus tersebut kini sudah ditangani polisi.

“Untuk laka lantas yang terjadi di Jalan Lhoksukon-Lapang, jenis sepmor yang dikendarai Nazir belum kami ketahui karena setelah kejadian itu barang buktinya tidak ada lagi di lokasi. Kami sedang menyelidiki dan melakukan negosiasi dengan warga agar bisa mendapatkan sepmor tersebut,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Lantas Iptu Sandy Titah Nugraha, kepada Serambi, Rabu (13/3).

Menurut Kasat Lantas, kejadian tersebut berawal ketika sepmor yang dikendarai Nazir dengan memboncengi Azis, melaju dari arah Lapang menuju Lhoksukon dengan kecepatan tinggi. Sesampai di lokasi kejadian, sepmor itu hilang kendali akibat menghindari lubang di badan jalan. Akibatnya, sepmor tersebut menabrak pejalan kaki yang ada di sebelah kirinya.

Pejalan kaki itu adalah Rahmatullah. Nazir meninggal di lokasi kejadian. Sementara Rahmatullah meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Aceh Utara setelah sempat dirawat beberapa saat. Sedangkan Azis yang mengalami luka ringan hingga kini masih dirawat.

“Mendapat laporan itu, polisi langsung ke lokasi kejadian. Namun, sepmornya tidak ada lagi di lokasi, karena sudah dipindahkan ke tempat lain. Kami sedang berkoordinasi dengan aparat desa setempat guna mendapatkan barang bukti tersebut,” ujar Kasat Lantas. Setelah kecelakaan itu, petugas bersama warga membantu mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Lantas Iptu Sandy Titah Nugraha, kepada Serambi, kemarin, juga mengungkapkan, kebanyakan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi di kalangan remaja karena kebut-kebutan dan mereka tidak memahami aturan berlalu lintas. Apalagi, secara aturan pada usia mereka belum bisa mendapatkan surat izin mengemudi (SIM).

“Karena itu, kita berharap orang tua untuk mengawasi dan tidak membiarkan anaknya yang masih di bawah umur menggunakan sepeda motor di jalan raya yang. Untuk pergi dan pulang atau keperluan lain, orang tua bisa mengantar anaknya sehingga lebih aman. Kalau pun usianya sudah cukup, tapi saat mengendara mereka harus dilengkapi SIM dan selalu harus diingatkan agar mereka tidak kebut-kebutan di jalan,” ungkap Kasat Lantas seraya berharap kasus serupa tak terulang lagi di masa mendatang.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved