Tentara Arakan Serang Pos Polisi, Myanmar Tarik Pasukan dari Rakhine

Pemerintah Myanmar menarik pasukannya dari beberapa pos terdepan di Negara Bagian Rakhine utara, pascaserangan oleh tentara Arakan.

Tentara Arakan Serang Pos Polisi, Myanmar Tarik Pasukan dari Rakhine
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kekejaman Tentara Myanmar 

Pemerintah Myanmar ingin Arakan Army datang ke tahap dialog politik untuk berdiskusi dengan komisi perdamaian tentang kesetaraan etnis seperti kelompok-kelompok bersenjata etis yang tersisa. "Dan tidak untuk memulai operasi yang mendukung organisasi teroris dan tidak bekerja sama dengan mereka," kata Zaw Htay.

Namun, mengutip pernyataan dari pemimpin Arakan Army, ultimatum Zaw Htay ini adalah penghinaan bagi seluruh rakyat Rakhine.

“Arakan Army tidak akan pernah takut dengan kata-kata Zaw Htay yang mengancam. Arakan Army akan terus melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan harus melayani kepentingan orang-orang Rakhine sampai kami mencapai tujuan kami,” ungkap pemimpin Arakan Army dalam sebuah pernyataan.

“AA akan bergerak menuju tujuan kita dengan berpegang pada keyakinan kita untuk melarikan diri dari kehidupan yang menindas dan untuk memperjuangkan kebenaran,” demikian penegasan dalam pernyataan tersebut.(Anadolu Agency)

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved