P2TP2A Abdya Minta Pelaku yang Menghamili Anak Tirinya Dihukum Berat

Hukuman seberat-beratnya itu perlu dilakukan, sebagai efek jera terhadap pelaku, sehingga perbuatan seperti itu tidak terulang kembali.

P2TP2A Abdya Minta Pelaku yang Menghamili Anak Tirinya Dihukum Berat
kompas.com
ilustrasi 

Laporan Rahmat Saputra l Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh Barat Daya (Abdya), Delvhan Aryanto SIP meminta pihak penegak hukum menjerat MI (31) pelaku yang menghamili anak tirinya dengan hukuman setimpal dengan perbuatannya.

Aksi bejat MI, yang tega menghamili anak tirinya, sebut saja Mawar (11) yang masih duduk kelas 6 SD itu merupakan tindakan tidak terpuji.

"Kita minta penyidik untuk menghukum pelaku setimpal dengan perbuatannya, meskipun itu ayah tiri korban," tegas Delvhan Aryanto kepada Serambinews.com, Jumat (15/3/2019).

Baca: Ini Penjelasan Kapolres Abdya, Terkait Ayah Hamili Anak Tirinya

Baca: Insiden Penembakan Sadis di Christchurch, Ini Pengakuan Warga Aceh yang Tinggal di Selandia Baru

Baca: Seniman Asal Padang Jadi Korban Penembakan Teroris di Masjid Selandia Baru, Peluru Bersarang di Dada

 

Dia menambahkan, hukuman seberat-beratnya itu perlu dilakukan, sebagai efek jera terhadap pelaku, sehingga perbuatan seperti itu tidak terulang kembali.

"Ini di luar akal sehat kita semua, maka harus diberikan hukuman yang setimpal," cetusnya.

Meski begitu, Delvhan berjanji, P2TP2A akan terus mendampingi korban, karena korban membutuhkan perhatian dan penanganan serius untuk memulihkan psikologisnya.

"Memang, kita pasca mendapat laporan itu, langsung menuju ke lokasi tempat kejadian, bahkan hingga membawa korban ke rumah sakit untuk USG dan visum," sebutnya.

Langkah ke depan, katanya, selain mendampingi korban, pihaknya juga akan memberikan bimbingan, baik secara psikogis maupun kerohaniawan sehingga bisa menghilangkan trauma si korban.

"Kita juga akan meminta keluarga masyarakat nantinya, tidak menyalahkan korban dengan cara mengucilkan. Kasihan dia masih anak-anak yang belum tau apa-apa," pintanya.

Selain itu, sambungnya, P2TP2A bersama pihak terkait juga akan melakukan pembinaan dan pendidikan terhadap korban, serta meminta lingkungan sekolah agar merangkul korban kembali.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved