BPH Migas Turunkan Harga Gas

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah menetapkan perubahan harga gas untuk 45 kabupaten/kota di Indonesia

BPH Migas Turunkan Harga Gas
Anggota Tim migas Aceh, Dr Ridwan Nyak Baik, Ramli Jafar dan Muhammad Abdullah, menjekaskan program migas Aceh ke depan kepada Komisi III DPRA pada pertemuan di Gedung Dewan, Banda Aceh, Rabu (8/7).serambi/herianto 

* Wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah menetapkan perubahan harga gas untuk 45 kabupaten/kota di Indonesia. Untuk wilayah Aceh (Lhokseumawe dan Aceh Utara), harga gas rumah tangga menjadi Rp 4.250, dari sebelumnya Rp 5.913 per meter kubik. Harga baru tersebut merupakan yang termurah untuk saat ini di seluruh Indonesia.

“Selain di Aceh Utara dan Lhokseumawe, harga 4.250 rupiah per meter kubik tersebut juga berlaku di Musirawas Sulawesi Selatan, Deli Serdang, dan Kota Medan, Serang, Banten, dan Penajam Pasir Utara Kalimatan Timur,” kata Kasubdit Akun Tarif dan Harga BPH Migas Anwar Rofiq, disela-sela peresmian 2.000 jaringan gas rumah tangga bagi masyarakat Muara Dua, Lhokseumawe, Jumat (15/3).

Menurutnya, harga baru ini diprediksi mulai diberlakukan dalam dua pekan ke depan. Karena saat ini hanya menunggu diundang-undangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. “Tahapan penetapan harga baru ini di tingkat BPH Migas sudah tuntas, sehingga sudah kita serahkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk diundang-undangkan saja,” ujar Anwar.

Untuk harga minimum yang harus dibayar pelanggan setiap bulannya, menurut Anwar, tetap empat meter kubik. “Artinya, bila masyarakat minim menggunakan gas rumah tangga, minimal harus membayar hanya 17 ribu rupiah per bulan,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM, Mustafid Gunawan, menyebutkan, pada tahun 2014, telah dibangun 3.997 jaringan di wilayah Muara Satu Lhokseumawe. Sehingga dengan ada tambahan dua ribu jaringan lagi di Muara Dua, maka total untuk Kota Lhokseumawe sudah mencapai 6.997 sambungan. “Untuk gas bagi kebutuhan rumah tangga di Lhokseumawe akan dipasok dari PHE NSB Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, menyebutkan, pihaknya kini telah mengusulkan kembali 15 ribu jaringan gas rumah tangga ke Kementerian ESDM. Bila disetujui pada tahun 2020 ini, maka jaringan tersebut akan dibangun untuk wilayah Kecamatan Banda Sakti dan Blang Mangat. “Gas rumah tangga ini akan sangat membantu masyarakat kita. Harganya sekarang sudah murah dan untuk mendapatkan gas tidak perlu lagi mengantre di pangkalan, tapi sudah langsung teraliri ke rumah masyarakat,” demikian Suaidi Yahya.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved