Demonstran Kecam Penembakan Orangutan

Massa yang tergabung dalam Koalisi Peduli Orangutan Sumatera (pongo abelii) melancarkan unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima

Demonstran Kecam Penembakan Orangutan
SERAMBI/MISRAN ASRI
SEORANG demonstran melakukan teatrikal saat berunjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Jumat (15/3). Para demonstran mengecam penembakan Hope, induk orangutan sumatera (pongo abelii) yang ditemukan 74 butir peluru senapan angin bersarang di badannya setelah dievakuasi dari kebun warga di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam, beberapa waktu lalu.SERAMBI/MISRAN ASRI 

BANDA ACEH - Massa yang tergabung dalam Koalisi Peduli Orangutan Sumatera (pongo abelii) melancarkan unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Jumat (15/3) sore. Demonstran mengecam aksi penembakan yang menimpa Hope (30), induk orangutan sumatera yang ditemukan bersarang 74 butir peluru senapan angin di badannya, setelah dievakuasi dari kebun warga di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, beberapa waktu lalu. Para pengunjuk rasa mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap dan mengadili pelakunya.

Kecaman itu disuarakan para demonstran melalui orasi secara bergantian yang dikomandoi Koordinator Aksi, Naratul Faizah. Di antara para demonstran itu, juga ikut berbaur Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo dan mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh, TM Zulfikar.

Para demonstran juga ikut membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan “Bapak Kapolda Aceh dan Bapak Kapolri, tertibkan dan larang perdagangan/penggunaan senapan angin secara bebas. Karena, dipakai untuk membunuh satwa”. Lalu ada tulisan “#74 peluru untuk Hope, bukti kekejaman terhadap satwa. Hukum pelaku penembak Hope. Larang perdagangan bebas senapan angin”.

Para demonstran mengungkapkan, mereka mengutuk penyiksaan terhadap orangutan yang dilakukan dengan cara menembak menggunakan senapan angin seperti yang terjadi di Subulussalam. Karena, akibat penembakan yang dilakukan secara brutal itu, sebanyak 74 peluru senapan angin bersarang di tubuh orangutan sumatera sehingga sempat dinyatakan kritis dengan kondisi bahunya patah, luka di kaki, dan di tangan serta bagian mata terkena peluru senapan angin. “Pelaku penembakan ini betul-betul tidak punya otak dan naluri kasih sayang. Tidak ada prikemanusiaan, apalagi prikebinatangan,” kecam TM Zulfikar dalam orasinya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengungkapkan, pihaknya juga mengutuk tindakan yang dilakukan oleh pelaku penembakan terhadap Hope. Pasalnya, orangutan sumatera itu bukan hanya mengalami penembakan dengan bukti 74 butir peluru senapan angin yang bersarang di tubuhnya. Tapi, pelaku juga melakukan kekerasan fisik dengan bukti luka patah, luka memar, dan tusukan.

“Kami melihat penyiksaan yang luar biasa menimpa Hope. Ini perbuatan yang sangat biadab sekali, karena Hope bukan hanya ditembak 74 peluru senapan angin, tapi pelaku juga menyiksanya. Karena itu, kami minta pihak kepolisian untuk bisa mengungkap siapa pelaku,” harap Sapto Aji.(mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved