Gaet Kampus dan Organisasi yang Netral

KETUA Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Aceh, Ridwan Hadi SH mengatakan bahwa penyelenggara Pemilu

Gaet Kampus dan  Organisasi yang Netral
RIDWAN HADI

KETUA Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Aceh, Ridwan Hadi SH mengatakan bahwa penyelenggara Pemilu tidak bisa bekerja sendiri dalam menyukseskan Pemilu dan melawan hoaks. Penyelenggara perlu mengaet banyak stakeholder dalam mesosialisasikan Pemilu yang jujur dan bersih.

“Di provinsi lain saya melihat KPU menggunakan banyak stakeholder, seperti memanfaatkan remaja masjid atau organisasi yang tidak berpihak kemanapun untuk mendiskusikan dan memviralkan isu Pemilu itu asyik. Saya belum melihat hal itu viral di Aceh,” katanya.

Ridwan mengakui saat ini KIP bersama Relawan Demokrasi terus berusaha keras melakukan sosialisasi ke masyarakat. Namun, katanya, hal itu tidak bisa dilakukan sendiri tanpa melibatkan banyak pihak. “Strategi ini belum dimanfaatkan secara maksimal,” ujar dia.

Karena itu dia berharap, penyelenggara bisa mengandeng pihak kampus dan organisasi yang netral untuk mengkampanyekan Pemilu tanpa kecurangan dan melawan hoaks secara bersama. Bila perlu, bekerja sama dengan MPU untuk mengeluarkan fatwa bahwa hoaks dan money politic haram.

“Ini harus diviralkan, jika perlu lembaga pemilu bekerja sama dengan lembaga agama untuk mengeluarkan fatwa yang terus disuarakan melalui dai atau khatib dengan menyampaikan bahwa buruknya praktik money politik dalam memilih pemimpin,” pungkasnya.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved