KPK Amankan Uang Rp 100 Juta dalam OTT Romahurmuziy, Diduga Terkait Suap Jabatan di Kemenag

KPK mengamankan uang Rp 100 juta lebih dalam operasi tangkap tangan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy yang diduga terkait pengisian jabatan di Kemenag.

KPK Amankan Uang Rp 100 Juta dalam OTT Romahurmuziy, Diduga Terkait Suap Jabatan di Kemenag
capture video Kompas
Ketua Umum PPP, Romahurmuziy memakai masker untuk menyembunyikan wajahnya saat OTT KPK terkait suap jabatan di Kemenag, Jumat (15/3/2019) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang sekitar Rp 100 juta lebih dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur, Jumat (15/3/2019).

Dalam operasi ini, KPK mengamankan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan 5 orang lainnya, terdiri dari staf Romy, swasta, dan pejabat Kementerian Agama di daerah itu.

"Uang yang diamankan sekitar Rp 100-an juta. Ini di luar dugaan penerimaan sebelumnya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2019).

KPK menduga transaksi ini bukan yang pertama kalinya. Diduga, transaksi ini berkaitan dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama baik di pusat dan daerah.

"Diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama, baik di pusat maupun di daerah. Tentu kami perlu mendalami lebih lanjut informasi-informasi tersebut dan KPK belum bisa menyebutkan siapa saja orang-orang yang diamankan," ujar Febri.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak yang diamankan. Rencananya, KPK akan menjelaskan lebih rinci dalam konferensi pers, Sabtu siang ini.

"Dari rangkaian fakta-fakta tersebut sudah terang dugaan tindak pidana korupsi. Namun selengkapnya akan diuraikan saat konferensi pers," ujar dia.

Baca: Romahurmuziy Terakhir Lapor Harta 9 Tahun Lalu, Jumlah Kekayaannya 11,8 Miliar

Baca: Usai Tangkap Ketua Umum PPP Romahurmuziy, KPK Segel Ruang Kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Baca: VIDEO: Romahurmuziy Tutupi Wajah Pakai Masker saat Ditangkap KPK, Sempat Kejar-kejaran di Lobi Hotel

TKN: Tak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim operasi tangkap tangan KPK terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy ini tidak mempengaruhi elektabilitas. Juru bicara TKN Arya Sinulingga justru menilai publik akan memberi kesan positif kepada Jokowi.

Menurut dia, dengan kasus ini, publik justru akan menilai Jokowi tidak pernah mengintervensi hukum, terutama terkait kasus korupsi.

“Mengenai elektabilitas, justru kami lihat ini membuat publik makin percaya kepada Pak Jokowi. Bahwa Pak Jokowi tidak mengintervensi hukum,” ujar Arya.

Arya menegaskan, Jokowi memiliki komitmen terhadap penegakan hukum. Selain tidak mengintervensi, Arya berkata Jokowi tidak melindungi orang-orang dekatnya yang memiliki masalah hukum.

Dengan komitmen Jokowi itu, ia pun meyakini bahwa penegakan hukum di Indonesia ke depan akan semakin tegak berdiri dan independen.

Arya menambahkan, sampai saat ini TKN masih menunggu keterangan resmi dari KPK. Namun, ia menegaskan pihaknya mendukung setiap langkah yang dilakukan KPK terhadap korupsi.

“Kami menunggu hasil dari KPK mengenai proses itu. Kami juga mendukung semua langkah-langkah hukum untuk yang namanya korupsi. Jadi kami konsisten untuk patuh pada hukum,” ujarnya.(Kompas.com)

Baca: Usut dan Tangkap Penyiksa Hope, Orangutan Sumatera dengan 74 Peluru Senapan Bersarang di Tubuhnya

Baca: Penulis Buku ‘Keislaman Jokowi’ Sebut tidak Betul Jokowi Anti Islam

Baca: Tanggapi Romahurmuziy Ditangkap KPK, Mahfud MD: Semua akan Terungkap pada Waktunya

Editor: Taufik Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved