Ratusan Karateka KKI dari 21 Kabupaten/Kota Kumpul di Lhokseumawe, Ini Kegiatannya

Ratusan Karateka Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI) dari 21 cabang gasshuku (latihan bersama) di Dojo Sam Training Camp Cunda Lhokseumawe.

Ratusan Karateka KKI dari 21 Kabupaten/Kota Kumpul di Lhokseumawe, Ini Kegiatannya
For Serambinews.com
Ratusan Karateka Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI) dari 21 cabang mengikuti gasshuku (latihan bersama) di Dojo Sam Training Camp Cunda Lhokseumawe, selama dua hari 16-17 Maret. 

Laporan Jafaruddin | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Ratusan Karateka Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI) dari 21 cabang mengikuti gasshuku (latihan bersama) di Dojo Sam Training Camp Cunda Lhokseumawe, selama dua hari 16-17 Maret.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Walikota Subulussalam Salmaza yang juga senior karateka KKI Aceh. Kegiatan tersebut juga dihadiri pelatih Asian Games, Donny Dharmawan.

“Saya hadir ke Lhokseumawe untuk mengikuti gasshuku supaya lebih banyak yang hadir, karena saya sudah menjadi karateka KKI Aceh sejak 1980. Jadi semua aktifitas selama kegitan gasshuku di sini, termasuk makan dan tidur,” kata Salmaza.

Ia berharap momen ini benar-benar dimanfaatkan karateka, sehingga KKI bisa berjaya di Aceh dan nasional.

Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Samsul Yusuf kepada Serambi menyebutkan tujuan diadakan latihan bersama ini untuk mempersatukan persepsi teknik, karena selama ini kekuatan Karate Aceh bertumpu pada satu titik.

Terbukti beberapa kali PORA, juaranya didominasi Lhokseumawe dan Banda Aceh.

“Jadi ke depan kita harapkan semua kualitas karate Aceh itu sama, sehingga nantinya dengan kompetisi ini akan melahirkan juara, tapi melalui proses yang benar-benar berat. Ini akan berdampak baik bagi karate Aceh,” katanya.

Kegiatan ini diikuti 21 cabang dari 23 kabupaten/kota di Aceh dengan jumlah peserta 200 lebih.

Samsul Yusuf yang juga Ketua Dewan Guru FORKI Aceh menyebutkan dengan adanya latihan bersama ini, akan terbuka wawasan para pelatih, dan akan memberi dampak yang baik bagi seluruh Forki yang ada di Aceh nantinya.

"Karena mereka nantinya akan melatih dengan metode yang benar, bukan melatih seperti dirinya dilatih dulu, karena kita mengikuti perkembangan," ujar Samsul. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved