Badai Rusak Enam Rumah di Batee

Hujan disertai angin kencang menyebabkan enam rumah warga miskin di Gampong Crueng dan Teupin Jeu

Badai Rusak Enam Rumah di Batee
FOR SERAMBINEWS.COM
Warga memperhatikan Rumah Toko (Ruko) milik Ponidi di Bale Ulim, Pidie Jaya yang rusak akibat tertimpa tiang listrik akibat badai puting beliung 

SIGLI- Hujan disertai angin kencang menyebabkan enam rumah warga miskin di Gampong Crueng dan Teupin Jeu, Kecamatan Batee, Pidie, Jumat (15/3) malam, sekitar pukul 22.15 WIB mengalami rusak berat.

Rumah yang rusak tersebut masing-masing milik Bukhari (40), Khatijah Ibrahim (57), Suardi (40), Usman Nurdin (35) Muslem (47) dan Juanda (30). Tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Camat Batee, Drs Saiful Ifwan MM, Sabtu (16/3) menjelaskan, rumah rusak diterjang angin kencang milik Bukhari yang tinggal bersama istri dan tiga anaknya bernama Rahmaton Muna (1), Irfandi (6) dan Nazwa Nasyifa (2). Berikutnya, rumah Khatijah Ibrahim tercatat sebagai janda dan rumah milik Suardi yang tinggal dengan istri bersama satu buah hatinya, Aqilla Fariza (2) serta rumah Usman Nurdin.

Keempat kepala keluarga (KK) asal Gampong Teupin Jeu, Kecamatan Batee, sedangkan Muslem dan Juanda merupakan warga Dusun Babah Krueng, Gampong Crueng kecamatan sama. Menurutnya, kerusakan rumah dominan terjadi pada atap saat angin meniup kencang, sehingga atap rumah semi permanen dan rumah konstruksi Aceh terbawa badai.

Dikatakan, saat sebagian warga yang rumah rusak berat menumpang di rumah saudaranya. Sedangkan rumah warga yang mengalami rusak ringan tetap bertahan di rumah tersebut. Dia menyebutkan, dirinya telah melaporkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Pidie dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, agar rumah warga yang rusak itu dapat direhab.

Sebab, keenam warga yang menjadi korban angin kencang itu tercatat sebagai warga miskin dan saat ini, baru bantuan masa panik yang telah disalurkan Dinsos Pidie.

“Muspika Batee telah meninjau langsung rumah warga yang rusak seusai badai yang terjadi bersamaan dengan turunnya hujan deras dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Secara terpisah, Kabid Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Saiful Bahri, yang dihubungi, Serambi, kemarin menyatakan pihaknya tidak memiliki dana rehab rumah yang rusak akibat angin kencang di Kecamatan Batee.

Dikatakan, BPBD Pidie menangani terhadap rumah rusak berat akibat bencana ketika masuk dalam status darurat. “Dalam DPA BPBD Pidie, tidak ada dana untuk merehab rumah,” sebutnya. Dia menambahkan, pihaknya akan melaporkan rumah rusak akibat angin kencang kepada BPBA, karena di BPBA, dana itu untuk penanganan rehab rumah rusak.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved