Tanggul Jebol belum Diperbaiki

Tanggul Krueng Pase sepanjang 20 meter lebih di kawasan Desa Tanjong Awe Kecamatan Samudera, Aceh Utara

Tanggul Jebol belum Diperbaiki
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
KERUSAKAN jalan di Km 23 lintas Bireuen-Takengon sedang diperbaiki oleh dinas terkait. Foto direkam Sabtu (16/3). 

* Ekses Banjir di Tanjong Awe

LHOKSUKON – Tanggul Krueng Pase sepanjang 20 meter lebih di kawasan Desa Tanjong Awe Kecamatan Samudera, Aceh Utara hingga kini belum diperbaiki menyusul jebol pada pertengahan November 2018 akibat banjir. Sehingga, warga khawatir padi mereka yang siap panen sewaktu-waktu dapat direndam banjir seperti tahun lalu.

Untuk diketahui, pada November 2018 lalu, tiga titik tanggul sungai di Desa Mancang dan Tanjong Awe, Kecamatan Samudera, serta Desa Kumbang Kecamatan Syamtalira Aron jebol sehingga mengakibatkan banjir ketika itu. Hanya saja, dua titik di Desa Mancang dan Kumbang sudah diperbaiki. Sedangkan di Desa Tanjong belum diperbaiki hingga kini.

“Kami sangat was-was dengan kondisi tanggul sungai yang belum diperbaiki. Karena, dalam beberapa pekan terakhir ini sering sekali debit air membesar dalam sungai, sehingga dapat meluap setiap saat,” lapor Ketua Tuha Peut Tanjong Awe, Nasrullah kepada Serambi, Sabtu (15/3).

Terlebih, padi dalam areal sawah di kawasan itu sudah hampir bisa dipanen. Sehingga, kalau air meluap pemukiman warga, padi warga akan ikut terendam seperti yang terjadi tahun lalu. “Kami sudah menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah, tapi belum juga ada perbaikan sampai sekarang,” kata Nasrullah.

Sementara Keuchik Tanjong Awe, M Jafar kepada Serambi kemarin menyebutkan, pihaknya sudah berupaya memperbaiki tanggul tersebut dengan dana desa pada 2018, menyusul tak kunjung diperbaiki pemerintah. Namun, karena keterbatasan anggaran sehingga tak bisa diperbaiki maksimal. Akibatnya, di titik tanggul jebol itu rawan terjadinya banjir.

Disebutkan, persoalan ini sudah disampaikan Pemkab. Apalagi, mereka sudah pernah melihat langsung ke lokasi, karena jebol tanggul itu bersamaan dengan dua titik lainnya ketika terjadi bencana banjir tahun lalu. “Tapi entah kenapa, sampai sekarang belum diperbaiki. Sedangkan warga sangat resah dengan kondisi tersebut,” katanya.

Sebab, lanjut Jafar, bukan hanya padi warga yang akan terendam bila air meluap dari Krueng Pase, tapi rumah warga yang dekat dengan lokasi tersebut juga akan terkena imbasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar kepada Serambi menyebutkan, tanggul tersebut tak bisa diperbaiki pada 2018 lalu karena tak cukup anggaran. Dana yang tersedia hanya cukup untuk memperbaiki tanggul di Desa Mancang dan Desa Kumbang. Sedangkan di Desa Alue kemungkinan akan diperbaiki dalam tahun 2019.

“Saya nantinya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bagaimana proses nantinya, karena tahun sebelumknya kita sudah kehabisan anggaran,” jelas Munawar.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved