Ternak Berkeliaran di Cot Trieng

Puluhan ekor ternak milik warga, baik jenis sapi, kambing maupun biri-biri bebas berkeliaran di seputaran komplek

Ternak Berkeliaran di Cot Trieng
SERAMBI/ABDULLAH GANI
SEJUMLAH ternak makan rumput di Kompleks Pemerintahan Pidie Jaya, kawasan Cot Trieng, Kecamatan Meureudu, Sabtu (16/3). 

* Khususnya pada Hari Libur Kerja PNS Pijay

MEUREUDU - Puluhan ekor ternak milik warga, baik jenis sapi, kambing maupun biri-biri bebas berkeliaran di seputaran komplek perkantoran Pemkab Pidie Jaya (Pijay) untuk mencari rumput atau berparade.

Kondisi ini terlihat jelas pada setiap hari libur kerja PNS, setiap Sabtu dan Minggu, bersamaan dengan kawula muda berkunjung ke komplek pemerintahan itu. Cot Trieng merupakan pusat Pemerintahan Pidie Jaya, tetapi ternak milik warga terus berkeliaran setiap hari, sehingga bebas merumput tanpa menghiraukan orang yang lalu-lalang.

Dilaporkan, puluhan ekor sapi juga ‘berparade’ di hampir semua sudut komplek pemerintahan tanpa ada yang menghalau, termasuk arah utama jalan masuk ternak yaitu Gampong Rungkom dan jalan ke Gampong Manyang Lancok.

Sapi-sapi itu mencari makan di hampir semua halaman kantor, baik dalam maupun luar pagar.

Seperti seputaran Kantor Bupati, DPRK, Kantor PU, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). D isusul halaman luar Kantor Mahkamah Syariah, Kantor Kejaksanaan Negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pada hari-hari kerja, Senin sampai Jumat, ternak tidak bebas berkeliaran, karena dihalau petugas Satpol PP, termasuk di Kota Meureudu dengan menggunakan mobil patrol. Tetapi, hari libur, ternak kembali bebas berkeliaran, hingga area parkir kendaraan roda dan empat, di bawah kantor bupati, seperti yang dipantau Serambi pada Sabtu (16/3).

Banta Baihaqi SPd, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSTP) yang ditemui di Cot Trieng, Sabtu (16/3) siang mengakui kondisi tersebut. Dia juga melihat sendiri, puluhan ekor sapi hampir setiap hari berkeliaran di komplek Pemerintahan Pijay.

Dia menyatakan Pemkab Pijay terus berupaya menghalau ternak dari komplek pemerintahan, tetapi belum juga tuntas. “Saya berharap, para pemilik ternak tidak melepas secara bebas ternaknya, seperti tempat-tempat umum, jalan, apalagi komplek pemerintahan Pijay,” ujarnya.

Banta Aaihaqi menyatakan sering terjadi kecelakaan lalulintas, bahkan sampai merenggut korban jiwa. Dia mengaku malu, jika tiba-tiba ada tamu yang datang dari pusat atau provinsi ke komplek pemerintahan Pijay di Cot Trieng, dimana ternak tetap bebas berkeliaran.

Dia berharap petugas Satpol PP dan WH supaya lebih aktif lagi dalam menangai persoalan ternak, sehingga tidak lagi berkeliaran bebas. Seperti kemarin siang, sejumlah biri-biri sudah menjadikan Kota Meureudu sebagai kandang, seperti di persimpangan depan Rumah Sekda atau alun-alun, dimana setiap malam sejumlah biri-biri bebas berada di di sana.(ag)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved