Erosi Krueng Beukah Mengganas

Erosi yang mengikis bantaran Krueng Beukah (Krueng Susoh) semakin mengganas sehingga membuat persawahan

Erosi Krueng Beukah Mengganas
Serambinews.com
Personel dari BPBD Abdya melakukan pembersihan potongan kayu sisa banjir di aliran Krueng Beukah. 

* Pembangunan Tanggul Pengamanan Mendesak

BLANGPIDIE - Erosi yang mengikis bantaran Krueng Beukah (Krueng Susoh) semakin mengganas sehingga membuat persawahan dan perkebunan warga terancam amblas ke sungai. Untuk itu, masyarakat kembali mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) untuk membangun tanggul pengaman tebing Krueng Beukah di Desa Padang Baru antara Babah Dua hingga ke jembatan Cot Jirat.

Untuk diketahui, peristiwa banjir yang sudah terjadi berulangkali memicu makin parahnya erosi. Dampaknya, sejumlah sawah dan perkebunan warga amblas ke dalam sungai. Pasalnya, di lokasi tebing yang runtuh itu terbentuk lekuk aliran sungai yang sangat menikung, sehingga ketika terjadi banjir air sungai sangat mudah naik ke areal sawah dan kebun milik warga.

“Bila tak segera dibangun tanggul pengaman tebing, banjir luapan akan terus terjadi setiap tahun dan petani harus menanggung kerugian yang tak sedikit,” tukas Ketua Kelompok Tani (KT) Padang Pisang Klat, Safrizal kepada Serambi, Minggu (17/3).

Tanggul pengaman yang mendesak dibangun itu, jelasnya, harus dari material bongkahan batu besar (batu gajah) karena bila dibangun dari beton, diperkirakan tanggul itu tidak lama bertahan. Selain itu, ucap dia, aliran Krueng Beukah yang sudah berpindah dari kawasan Gampong Cot Jirat, Blangpidie ke kawasan Gampong Padang Baru, Susoh juga harus diluruskan kembali ke lokasi semula sehingga aliran sungai tidak lagi melengkung seperti saat ini.

Ramlita, petani setempat menyatakan kekecewaaannya karena pemerintah tidak kunjung membangun tanggul pengaman tebing sungai tersebut. Soalnya, tukas Ramlita, masyarakat sudah berulangkali meminta pembangunan tanggul itu kepada pemerintah. “Peristiwa erosi tidak akan separah saat ini bila pemerintah cepat tanggap membangun tanggul pengaman tebing di lokasi,” tandasnya.

Belum dibangunnya tanggul pengaman tebing sugai, menurut Ramlita, berdampak buruk terhadap petani. Selain menimbulkan kehancuran saluran irigasi di sejumlah titik ekses banjir luapan, tanah sawah dan kebun milik warga beserta beragam jenis tanamannya juga banyak amblas ke dalam sungai. “Bahkan, Jambo Kenduri Blang kini juga rawan amblas ditelan erosi karena jarak bangunan permanen itu dengan tebing sungai hanya tersisa sekitar 10 meter lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Susoh, Zulfan ketika ditanyai Serambi menjelaskan, pihaknya telah pernah turun ke lapangan untuk meninjau dampak dari erosi aliran Krueng Beukah (Krueng Susoh). Diakuinya, bahwa erosi Krueng Beukah tersebut bukan saja terjadi di kawasan Desa Padang Baru, melainkan juga masuk ke kawasan Desa Pulau Kayu dan Geulima Jaya.

Zulfan menyebutkan, erosi akibat banjir yang terjadi berulangkali selama dua tahun terakhir sudah menimbulkan kerugian bagi masyarakat setempat setelah lahan mereka di beberapa titik kawasan DAS (Daerah Aliran Sungai) hilang ditelan arus berikut seluruh tanaman di atasnya.

“Kita telah melaporkan kepada bupati soal erosi parah yang terjadi di kawasan Desa Padang Baru, Pulau Kayu, dan Geulima. Harapannya, dapat dibangun tanggul pengaman tebing sungai di tempat itu,” paparnya.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved