Rp 174 M Dana BOS Disalurkan

Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh bersama Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) sudah menyalurkan dana bantuan

Rp 174 M Dana BOS Disalurkan
Ilustrasi 

BANDA ACEH - Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh bersama Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) sudah menyalurkan dana bantuan operasi sekolah (BOS) triwulan I tahun 2019 sebesar Rp 174 miliar kepada SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB swasta maupun negeri di Aceh.

“Dana BOS triwulan I itu secepatnya kita salurkan untuk membantu pihak sekolah, terutama sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, yang akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) bulan depan. Pihak sekolah sudah bisa membuat persiapan program dan kegiatan untuk kelulusan 100 persen anak didiknya yang duduk di semester VI dalam pelaksanaan ujian nasional nanti,” kata Kadisdik Aceh, Syaridin kepada Serambi, Minggu (16/3).

Usai penyaluran dana BOS, jelas Syaridin, kegiatan berikutnya adalah penyaluran bantuan pendidikan bagi anak yatim piatu dan putus sekolah. “Tahapan pelaksanaannya sedang dilakukan, kita harapkan minggu depan atau awal bulan depan, sudah bisa disalurkan,” ujarnya.

Dana BOS yang disalurkan Disdik Aceh untuk triwulan I, sebut Syaridin, hanya senilai Rp 48,848 miliar. Dana sebanyak itu disalurkan untuk 571 unit sekolah negeri, yaitu SMA negeri sebanyak 394 unit, SMK negeri 149 unit, dan SDLB, SMPLB, SMALB, serta SLB negeri sebanyak 28 unit. Sedangkan, dana BOS untuk sekolah SD negeri/swasta, SMP negeri/swasta, SLB swasta, dan SMA/SMK swasta, beber Syaridin, yang menyalurkannya adalah Badan Pengelola Keuangan Aceh (BPKA). Sedangkan, data jumlah sekolah penerimanya dipersiapkan oleh Disdik Aceh. “Jumlah sekolah yang dana BOS nya disalurkan BPKA sebanyak 4.819 unit dengan jumlah bantuan dana BOS nya mencapai Rp 125,297 miliar,” ucapnya.

Kepala BPKA, Bustami Hamzah dan Kabid Perbendahaan, Syarifuddin, yang dikonfirmasi Serambi mengaku, dana BOS I triwulan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK swasta tersebut sudah disalurkan pihaknya. Jumlah dana BOS yang diterima setiap sekolah, sebutnya, tidak sama karena berdasarkan murid yang terdapat di sekolah itu.

“Misalnya, untuk jenjang SD, dana BOS per tahun yang diterima Rp 800.000/murid, SMP Rp 1.000.000 per anak/tahun, SMA Rp 1.400.000 per anak/tahun, SMK lebih besar lagi Rp 1.600.000 per anak/tahun, serta SDLB, SMPLB, SMALB dan SLB Rp 2 juta per anak/tahun,” rinci Bustami.

Secara terpisah, Kabid Pendidikan Sekolah Menegah Disdik Aceh, Zulkifli menerangkan, Dana BOS triwulan I (Januari-Maret) yang disalur itu besarannya 20 persen dari total pagu tahunannya. Pada triwulan II nanti, urainya, kembali akan disalurkan dana BOS sebesar 40 persen, triwulan III sebesar 20 persenm dan terakhir triwulan IV juga sebesar 20 persen. “Penyaluran dana BOS dalam satu tahun dilakukan empat kali,” sebutnya.

Penggunaan dana BOS di sekolah, tukasnya, didasarkan kepada kesepakatan dan keputusan bersama antara tim BOS reguler, kepala sekolah, guru, dan komite sekolah. Hasil kesepakatan rapat dana BOS harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat dan ditandatangani oleh semua peserta rapat. “Kesepakatan penggunaan dana BOS reguler harus didasarkan kepada skala prioritas kebutuhan sekolah, khususnya untuk membantu pemenuhan standar nasional pendidikan (SNP),” pungkasnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved