Angkutan Darat Jadi Pilihan

Kenaikan harga tiket pesawat sejak tiga bulan berdampak pada meningkatnya jumlah penumpang bus

Angkutan Darat Jadi Pilihan
SERAMBI/BUDI FATRIA
BUS angkutan umum menunggu keberangkatan di Terminal Batoh, Banda Aceh, Senin (18/3) malam 

* Menyusul Mahalnya Tiket Pesawat

BANDA ACEH - Kenaikan harga tiket pesawat sejak tiga bulan berdampak pada meningkatnya jumlah penumpang bus di Terminal Batoh, Banda Aceh, khususnya pada akhir pekan seperti hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sementara pada hari lainnya, jumlah penumpang masih dikatakan stabil.

Karyawan PT Putra Pelangi, Novida Salianti kepada Serambi, Senin (18/3) mengatakan, kenaikan penumpang terlihat pada tipe bus nonstop scania mencapai sekitar 20 persen. “Penumpang bus nonstop rata-rata hampir tiap malam penuh. Sebelum naiknya harga tiket pesawat, hanya akhir pekan saja penuh. Tapi ini hampir tiap malam penuh penumpang,” sebutnya.

Menurut Novida, meningkatnya jumlah penumpang bus ini karena lebih cepat, luas, dan nyaman. “Mungkin sebandinglah dengan pesawat, minimal paling cepat sampainya ke Medan. Apalagi bagi yang ada keperluan pekerjaan disana,” ujarnya.

Dikatakan, apabila tipe bus lainnya dan hari lainnya jumlah penumpang tidak terlalu signifikan kenaikannya. “Kalau yang lain standar, tidak terlalu naik juga. Tapi bus nonstsop yang nyata terlihat kenaikannya,” tambahnya.

Sementara untuk harga tiket, ia menyebutkan tidak ada kenaikan masih antara Rp 180 ribu-Rp 280 ribu/orang berdasarkan tipe bus dengan tujuan Medan.

Hal yang sama juga disampaikan Penjaga Loket dan Ekspedisi CV Sanura, Adhar Imansyah yang menyampaikan akibat harga tiket pesawat naik, maka banyak beralih ke bus.

“Ada penambahan penumpang daripada hari-hari sebelum naik ongkos pesawat. Terutama pada akhir pekan meningkat, biasanya hanya penumpang yang sudah menjadi langganan saja yang berangkat. Tapi ini ada penambahan yang lainnya,” jelas Adhar Imansyah.

Sedangkan untuk harga tiket dari Banda Aceh ke Medan, pihaknya mengaku tidak ada kenaikan yaitu mulai Rp 200 ribu- Rp 230 ribu/orang. Ia menyebutkan kenaikan penumpang terlihat dari 20 orang bertambah menjadi 30 orang.

Hal yang berbeda disampaikan Karyawan CV Harapan Indah, Ridwan yang mengaku tidak ada pengaruh dengan kenaikan harga tiket pesawat. “Kondisinya sama saja disini (di terminal-red), karena tiap malam saya lihat sepi enggak ada pengaruh sama harga tiket pesawat. Malah kita makin sepi, ada sekitar 5 persen penurunnya. Kalau naik tidak, malah sepi, dan harga tiket kita turunin menjadi Rp 150 ribu/orang,” jelasnya.

Ia menyebutkan, harga tiket kini dijual Rp 150 ribu/orang dari Rp 180 ribu hingga Rp 200 ribu/orang. “Lebih murah harganya, itu juga sepi. Penurunannya sudah sekitar satu bulan ini, jadi untuk sementara sepi,” tambahnya.

Ia juga memperlihatkan buku yang berisi isian penumpang kepada Serambi yang akan berangkat pada Senin (18/3) yang masih kosong. “Memang sepi, tidak berpengaruh dengan harga tiket naik,” tandasnya.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved