Asap dari Pekan Baru Mulai Ganggu Aceh

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara

Asap dari Pekan Baru Mulai Ganggu Aceh
IST
WINDA RETHA TARANITA

LHOKSEUMAWE - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara mendeteksi ada empat titik api di wilayah Aceh. Selain itu, BMKG juga memantau asap dari titik api di Pekan Baru mulai berembus ke Aceh, khususnya di Aceh Utara sehingga berefek pada jarak pandang, meskipun belum mengganggu.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Winda Retha Taranita STr, kemarin, menyebutkan, untuk wilayah kerja mereka, terpantau hanya satu titik api, yakni di Bener Meriah. Namun secara keseluruhan di Aceh, terpantau empat titik api. Tiga lagi, satu titik di Aceh Tamiang, dan dua titik di Nagan Raya. “Keempat titik api yang mulai terlihat sekarang ini tingkat kepercayaan sudah di atas 50 persen,” katanya.

Winda menyebutkan, sesuai hasil pantuan melalui citra satelit, dalam dua hari terakhir jarak pandang, khusus di Aceh Utara, mulai menurun menyusul adanya kabut asap. Namun kondisinya tidak parah, karena jarak pandangnya masih berkisar antara empat sampai lima kilometer. “Sementara ini yang kita pantau masalah kabut asap hanya untuk wilayah Aceh Utara saja. Meskipun tidak tertutup kemungkinan wilayah lain seperti Aceh Timur dan sekitarnya juga berimbas,” katanya.

Menurut Winda, kabut asap yang mulai mengganggu jarak pandang tersebut diprediksi bukan berasal dari titik api di Aceh tetapi dari Pekan Baru. Karena kita pantau ada beberapa titik api di Pekan Baru. “Kebetulan angin sekarang sedang berembus dari arah Pekan Baru ke Aceh,” paparnya.

Guyuran hujan
Winda juga menginformasikan, sesuai prediksi pihaknya, untuk enam wilayah kerja mereka (Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, dan Bener Meriah), tiga hari ke depan (19-21 Maret 2019) akan terus terjadi hujan ringan hingga sedang.

Hujan diprediksi bisa terjadi dikarenakan sedang berkumpulnya massa udara akibat tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara. Di mana massa-massa udara tersebut bertemu di wilayah Aceh Utara, Aceh Timur dan sekitarnya. “Makanya untuk wilayah kita masih berpotensi terjadi hujan hingga tiga hari ke depan,” paparnya.

Bila memang hujan bisa terjadi dalam tiga hari ini, tambah Winda, maka akan sangat berpotensi mengurangi kabut asap yang kini sedang melanda wilayah Aceh Utara dan sekitarnya.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved