Jalan Rusak di Tiga Kecamatan

Sejumlah ruas jalan di kawasan pedalaman dan terpencil di Kabupaten Aceh Timur rusak berat dan belum ada tanda-tanda

Jalan Rusak di Tiga Kecamatan
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Anak-anak di pedalaman Aceh Timur menimbun jalan Peureulak-Lokop, di Gampong Beurandang, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur 

* Kawasan Pedalaman Aceh Timur

IDI - Sejumlah ruas jalan di kawasan pedalaman dan terpencil di Kabupaten Aceh Timur rusak berat dan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Kondisi ini terdapat di Kecamatan Bireum Bayeun dan Ranto Seulamat, termasuk Simpang Jernih, kawasan paling terisolir di Aceh Timur, karena menuju kecamatan tetangga harus naik boat mesin.

Kawasan terpencil itu, terutama Kecamatan Bireum Bayeun dan Ranto Seulamat juga masih belum tersentuh jaringan telepon seluler, khususnya tower Telkomsel.

Gampong yang belum tersentuh jaringan telekomunikasi ini Blang Tualang, Kecamatan Birem Bayeun dan Gampong Alur Tui, Alur Kaol dan Alur Punti, Kecamatan Ranto Seulamat. Kemudian sejumlah gampong di Kecamatan Simpang Jernih, seperti Ranto Panjang Bedari, Melidi, Tampor Paloh, dan Tampor Bor.

“Jika ingin berkomunikasi warga disini harus cari sinyal ke atas perbukitan, seingga sangat menghambat segala urusan masyarakat,” kata Jumadi perwakilan warga Gampong Blang Tualang, kepada Serambi, Senin (18/3). Dia menyatakan seluruh warga meminta perusahaan telekomunikasi agar membangun tower Telkomsel di daerah pedalaman ini

Disebutkan, sejumlah gampong di Aceh Timur masih sangat terisolir, karena jauh dari jalan raya, bahkan, sejumlah gampong di Kecamatan Simpang Jernih, harus menggunakan perahu mesin yang sangat berisiko. Ditambahkan, seperti Gampong Blang Tualang, yang bertetangga dengan Gampong Alur Tui, kedua gampong ini diakses dari Bayeun Titi, kemudian ke Paya Bili Dua, dan melewati jalan HGU perusahaan sawit puluhan kilometer dengan kondisi yang sangat memperhatikan.

Begitu juga Gampong Arul Kaol, dan Alur Punti, selain belum tersentuh jaringan telekomunikasi, gampong ini masuk dari Bayeun Keude, lalu melewati jalan HGU perusahaan sawit puluhan kilometer yang juga sangat memprihatikan.

“Warga kami pernah tertinggal dalam perjalanan saat evakuasi ke Puskesmas untuk bersalin, karena saat hujan, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki,” ungkap Abdul Latief, Tgk Imum Dusun l, Gampong Alur Kaol.

Diktakan, jalan rusak berat ini juga berimplikasi terhadap tidak maksimalnya pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perekonomian yang dirasakan masyarakat, yang didominasi petani.

“Jalan adalah paru-paru kehidupan dan jika jalan tidak bagus maka berdampak buruk terhadap semua bidang kehidupan masyarakat,” ungkap Aman Blang warga Gampong Alur Punti. Selain di Kecamatan Birem Bayeun, dan Ranto Seulamat, jalan rusak berat juga terjadi menuju Gampong Ranto Panjang Bedari, Kecamatan Simpang Jernih.

Ke Bedari warga juga harus menempuh puluhan kilometer jalan rusak dari Bayeun Titi hingga melewati jalan HGU PT Mapoli Raya. Sedangkan dari Melidi ke Pusat Kecamatan Simpang Jernih, warga harus menggunakan perahu mesin. Begitu juga warga Gampong Melidi, Tampor Paloh, dan Tampor Bor, ke Pusat Kecamatan Simpang Jernih harus melalui jalur sungai.

Warga berharap jalan darat menuju ke daerah terpencil di Aceh Timur dapat menjadi pembangunan prioritas pemerintah untuk membangkitkan kesejahteraan masyarakat. “Begitu juga jaringan telekomunikasi kami harap dapat dibangun oleh pihak perusahaan Telkomsel di daerah terpencil ini,” pinta Johan tokoh masyarakat Bedari.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved