KIP Kembali Vertual Data Pemilih

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali melakukan pencocokan dan penelitian (pencoklitan)

KIP Kembali Vertual Data Pemilih
AGUSNI AH

* Berdasarkan Laporan Tim Capres 02

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali melakukan pencocokan dan penelitian (pencoklitan) dengan cara verifikasi faktual (vertual) terhadap data pemilih di setiap gampong dalam 23 kabupaten/kota se-Provinsi Aceh. Hal itu dilakukan untuk verifikasi data pemilih laporan tim capres nomor urut 02 beberapa waktu lalu melalui KPU RI.

Menurut Ketua Perencanaan Data dan Informasi KIP Aceh, Agusni AH, data yang diduga invalid oleh kubu capres/cawapres nomor urut 02 yang dikirim melalui KPU RI langsung ditindaklanjuti secara nasional, termasuk di Aceh.

“KIP Aceh bersama KIP kabupaten/kota dengan melibatkan penyelenggara PPK di setiap kecamatan dan PPS di setiap gampong selama tiga hari penuh sejak tanggal 14 Maret secara sampling, disaksikan Panwaslih dan pihak BPN 02 serta TKN 0,” kata Agusni kepada Serambi, Senin (18/3).

Setelah melakukan sampling, petugas KIP langsung memverifikasi faktual atas lima kelompok data yang dilaporkan terdindikasi seperti banyaknya pemilih yang lahir tanggal 1 Januari, 31 Desember, dan lahir pada 1 Juli, pemilih di atas 90 tahun, dan adanya pemilih berusia di bawah 17 tahun.

“Vertual dilakukan atas data yang ada di masing-masing kabupaten/kota. Data yang divertual minimal satu pemilih per kelompok data. Penentuan sample dilakukan atas setiap kelompok data dengan mengundi nomor urut pemilih di setiap kelompok data,” kata Agusni.

Pengundian sample itu dilakukan dan disaksikan oleh Bawaslu kabupaten/kota serta wakil dari TKN01 dan BPN02. “Kegiatan vertual dilakukan dengan hasil sample benar atau ada. Sample tidak benar maka langsung dicoret, sedangkan sample data keliru elemen langsung diperbaiki

Kelima kelompok data tersebut, selain dilakukan vertual, juga dilakukan verifikasi administrasi,” kata Agusni.

Di berbagai kabupaten/kota, KPU juga melakukan vertual data yang diduga invalid oleh kubu capres/cawapres nomor urut 02. KPU Bintan misalnya, melakukan verifikasi faktual pada Minggu (17/2).

Komisioner KPU Kabupaten Bintan, Haris Daulay mengatakan, verifikasi data oleh KPU sesuai edaran KPU RI Nomor 419 tentang Verifikasi Temuan Data. Adapun beberapa poin yang menjadi temuan tersebut adalah tanggal lahir 1 Januari, 1 Juli dan 31 Desember dengan jumlah pemilih signifikan.

Kegiatan vertual itu, kata Agusni, dilakukan secara akuntabel, terbuka, dan cepat. Data yang dikirim ke KPU RI oleh BPN02 bersumber data DPTHP2. Data tersebut dturunkan pada 16 Maret 2019.

“Setelah divertual dengan menggunakan sample, alhamdulillah semuanya ada orangnya. Semuanya dikirim kembali ke KPU untuk klarifikasi pada pihak capres/cawapres 02. Alasan temuan BPN 02 dilakukan verifikasi untuk membuktikan data dengan kategori yang dilapor memang sudah ada dari pemilu sebelumnya dan data ini real, bukan rekayasa,” demikian Agusni AH.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved