Respons Somasi YARA, Ketua PPP Aceh: Kalau Ada Tikus Dalam Rumah Kenapa Rumah Dibakar?

Tgk Amri mengatakan, Kakbah yang digunakan sebagai lambang PPP ditetapkan berdasarkan AD/ART partai tersebut

Respons Somasi YARA, Ketua PPP Aceh: Kalau Ada Tikus Dalam Rumah Kenapa Rumah Dibakar?
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW-PPP) Aceh, Tgk Amri M Ali 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW-PPP) Aceh, Tgk Amri M Ali angkat bicara terkait somasi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) yang meminta DPP PPP untuk mengganti lambang Kakbah sebagai lambang partai tersebut.

Kepada Serambinews.com, Tgk Amri mengatakan, Kakbah yang digunakan sebagai lambang PPP ditetapkan berdasarkan AD/ART partai tersebut.

Menurutnya, perubahan lambang, nama partai, hanya bisa dilakukan dalam forum muktamar.

Baca: BREAKING NEWS - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj Dilaporkan ke Bareskrim Atas Dugaan Ujaran Kebencian

"Forum muktamar adalah lembaga tertinggi permusyawaratan partai. Dan lambang itu digunakan dan ditetapkan berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PPP," kata Tgk Amri M Ali saat diwawancarai Serambinews.com, Selasa (19/3/2019).

Amri mengatakan, siapapun sah-sah saja menginginkan perubahan lambang tersebut dan itu adalah hak individu, bagian dari refleksi bebas berpendapat.

Baca: Jika Terpilih Jadi Wapres, Sandiaga Uno Janji Berikan Gajinya pada Fakir Miskin dan Kaum Duafa

Namun katanya, persoalan lambang itu adalah hak keluarga besar PPP.

"Itu hak kami untuk tetap mempertahankan apa yang sudah kami yakini, itu hak keluarga besar PPP secara keseluruhan, itu dijamin oleh UU," kata Tgk Amri.

Dia mengatakan, soal kasus yang mendera petinggi PPP saat ini, Amri meminta pihak tersebut tidak menggeneralisir kasus itu untuk partai secara keseluruhan.

Baca: Janda Miskin Tiga Anak di Padang Tiji Dapat Rumah Dari Jamaah Safari Subuh Pidie

"Itu bukan tindakan partai secara kelembagaan, itu perbuatan personal, individual, dan sangat jauh dari format partai," katanya.

Tgk Amri mengatakan, PPP secara kelembagaan dengan tegas melarang perbuatan yang tidak sesuai dengan visi misi partai dan sangat konsen pada isu antikorupsi, kolusi, dan nepotisme.

"Persoalan itu persoalan personal. Jadi kalau ada tikus dalam rumah, kenapa rumah yang dibakar?," katanya.

Baca: Aa Gym Tegaskan Sudah Punya Pilihan dan Tak Netral Dalam Pilpres, Bantah Klaim Ketua Umum PPP Romi

Terakhir dia mengatkan, praktik korupsi bisa terjadi pada siapapun dan pada partai mana pun.

Menurutnya, dengan sistem politik Indonesia saat ini, semua orang berpotensi melakukan hal itu.

"Hanya saja persoalan moralitas setiap individu yang mampu mencegah dan mengendalikan setiap orang untuk melakukan korupsi, jadi jangan kaitkan ke lembaga," pungkasnya. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved