Situs Jual Beli Online Bukalapak Diserang Peretas, Kominfo Siapkan Aturan Perlindungan Data Pribadi

Pernyataan ini sekaligus mengkonfirmasi berita dari The Hacker News(thehackernews.com), tentang penjualan 890 juta akun dari 32 website populer

Situs Jual Beli Online Bukalapak Diserang Peretas, Kominfo Siapkan Aturan Perlindungan Data Pribadi
hackronomicon.com
Ilustrasi pencurian data di Internet 

SERAMBINEWS.COM - Situs jual-beli online, Bukalapak mengakui telah mendapat serangan dari peretas, namun mereka mengklaim data penting para pengguna tidak disalahgunakan.

Pernyataan ini sekaligus mengkonfirmasi berita dari The Hacker News(thehackernews.com), tentang penjualan 890 juta akun dari 32 website populer dari pelbagai negara.

Ratusan juta akun ini diberitakan telah dijual melalui dark web di Dream Market.

"Bukalapak mengkonfirmasi bahwa memang ada upaya untuk meretas Bukalapak beberapa waktu yang lalu, namun tidak ada data penting seperti user password, finansial atau informasi pribadi lainnya yang berhasil didapatkan," kata Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisono dalam keterangan tertulisnya kepada BBC News Indonesia, Senin (18/03).

The Hacker News memberitakan data dari Bukalapak yang dijual peretas mencapai 13 juta akun.

Baca: Unsyiah Gagas Konsorsium PT untuk Kebencanaan

Bukalapak merupakan salah satu situs jual-beli online terbesar di Indonesia, dengan jumlah pengguna mencapai 50 juta. Volume transaksinya mencapai Rp4 triliun per bulan.

Lebih lanjut Intan mengatakan pihaknya selalu meningkatkan sistem keamanan di Bukalapak demi memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak.

Apa yang harus dilakukan pengguna?

Dalam keterangan tertulisnya, dia juga memastikan bahwa data-data penting pengguna tidak disalahgunakan.

"Upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital," katanya.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved