Bea Cukai Hibah 30 Ton Bawang

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh menghibah bawang merah hasil sitaan kepada empat kabupaten/kota

Bea Cukai Hibah 30 Ton Bawang
SERAMBI/M ANSHAR
PEKERJA melakukan bongkar muat bawang ilegal di Rumah Singgah, Kota Banda Aceh di kawasan Lamjabat, Banda Aceh, Selasa (19/3). Sebanyak 30 ton bawang merah tersebut merupakan barang bukti sitaan dari Bea Cukai Kuala Langsa, untuk dihibahkan kepada masyarakat kurang mampu di empat pemerintah kabupaten/kota yaitu Kota Langsa, Banda Aceh, Aceh Jaya dan Aceh Besar. 

BANDA ACEH - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh menghibah bawang merah hasil sitaan kepada empat kabupaten/kota. Penyerahan bawang hibah dilakukan Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Mochamad Syuhadak, Selasa (19/3), di halaman Kantor Bea Cukai Aceh, Banda Aceh.

Empat daerah yang menerima bawang merah hibah tersebut adalah Banda Aceh, Langsa, Aceh Besar, dan Aceh Jaya. Selanjutnya, barang tersebut akan disalurkan kepada masyarakat oleh pemerintah masing-masing.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Mochamad Syuhadak mengatakan, sebanyak 30 ton bawang merah itu merupakan barang sitaan pihaknya pada 11 Maret lalu. Bawang itu ditangkap dari Kapal Motor (KM) Anak Kembar, saat akan diselundupkan melalui perairan Aceh Tamiang dari Thailand. Bersamaan dengan itu ikut diamankan lima tersangka.

Bawang merah hasil sitaan itu ditaksir memiliki nilai sebesar Rp 800 juta. Sedangkan kerugian negara dari sektor perpajakan atas upaya penyelundupan ini mencapai Rp 287,7 juta.

“Dan hari ini kami hibahkan kepada empat pemerintah daerah untuk disalurkan bagi lembaga-lembaga sosial dan masyarakat kurang mampu. Sebelumnya, Bawang Merah ini telah diuji laboratorium dan dinyatakan layak untuk dikonsumsi,” katanya.

Syuhadak mengatakan, saat ini mereka memang masih kesulitan untuk menghentikan penyulundupan bawang. Karena luasnya wilayah yang harus dipantau dan mereka masih menggunakan kapal yang hanya mampu menempuh jarak enam mil dan harus memantau area 124 kilometer. Selain itu, banyaknya jalur tikus untuk penyulundupan di Aceh juga ikut menyulitkan pengawasan petugas.

Banda Aceh sendiri mendapat jatah 7,6 ton bawang hibah. Staf Ahli Wali Kota Banda Aceh Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Syukri mengatakan, bawang merah hibah itu akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan maupun panti asuhan atau lembaga sosial lainnya. Hal itu sekaligus menjadi salah satu upaya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasar.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved